Adi Sarana Kantongi Kontrak Jangka Panjang Rp 900 Miliar

Targetkan Pendapatan Rp 800 Miliar 2012

Selasa, 16/10/2012

NERACA

Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kantongi kontrak baru senilai Rp 900 miliar selama tujuh tahun untuk penyewaaan kendaraaan dan tahun 2013 rencanannya akan merealisasikan kontrak baru sebesar Rp 200 miliar. Sedangkan outstanding tahun ini sebesar Rp p241,6 miliar.

Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk Hindra Tanujaya mengatakan, tahun depan kontrak baru yang sudah didapatkan perseroan nilainya Rp 200 miliar, “Kontrak yang kami dapatkan cukup panjang dan banyakan konsumen bergerak di industri keuangan,”katanya di Jakarta, Senin (15/10).

Menurutnya, bisnis penyewaan kendaraan masih sangat berprospek dan terlebih saat ini pemain besar sewa kendaraan belum terlalu banyak. Alasannya, saat ini banyak perusahaan memilih outsourcing (menyewa) kendaraan ketimbang membeli karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan.

Selain itu, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini bisa membukukan pendapatan Rp800 miliar, setelah pada enam bulan pertama ini meraih pendapatan sebesar Rp353,6 miliar, “Target pendapatan mencapai Rp800 miliar pada 2012 yang berasal dari operasional rental mobil,"ujarnya.

Sementara target pendapatan tahun 2013 sebesar Rp1,07 triliun dan laba bersih sekitar Rp138 miliar. Lebih lanjut kata Hindra, perseroan juga telah merealisasikan belanja modal hingga kini mencapai Rp480 miliar dari target belanja modal 2012 sekitar Rp600 miliar. Belanja modal tersebut telah digunakan untuk menambah kendaraan baru sekitar 2.000 unit. Hingga kini, perseroan telah memiliki hampir 600 perusahaan yang bekerjasama dengan perseroan. Perseroan telah memiliki lebih dari 10 ribu unit armada.

Sepanjang semester pertama 2012, perseroan telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp353,6 miliar dari semester pertama 2011 sebesar Rp246,7 miliar. Laba bersih komprehensif mencapai Rp10,6 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp3,1 miliar. "Kontribusi terbesar kami masih dari rental mobil sekitar 67%, logistik sekitar 12%, dan used car sekitar 10%, serta sisanya driver services," kata Hindra.

Tambah Armada

Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk Prodjo Sunarjanto mengatakan, guna mencapai target pendapatan Rp 1,07 triliun tahun depan, perseroan akan menambah armada sebanyak 3.700 armada pada 2013. Perseroan akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp600 miliar-Rp700 miliar untuk penambahan armada tersebut.

Menurutnya, dengan penambahan armada tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi kinerja perseroan pada tahun depan, “Kami menargetkan pendapatan dapat mencapai Rp1,07 triliun dan laba bersih sekitar Rp138 miliar pada 2013,"ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga akan menambah tiga cabang pada 2013 antara lain di Samarinda, Balikpapan, dan Jakarta. Adapun dana untuk pembelian armada sekitar 3.700 tersebut akan berasal dari dana hasil penawaran saham perdana.

Saat ini kontribusi pendapatan terbesar berasal dari rental mobil sekitar 67%, logistik sekitar 12%, used car sekitar 10%, dan sisanya driver services. Perseroan akan melepas 40,03% atau 1,36 miliar saham dalam penawaran saham perdana. Dana hasil penawaran saham perdana yang akan didapatkan sekitar Rp489,60 miliar-Rp816 miliar.

Hasil penawaran umum saham perdana akan digunakan untuk penambahan armada sekitar 3.700 unit. "Kami melepas 40% saham ke publik yang merupakan saham baru. Dana hasil penawaran saham perdana memang untuk ekspansi usaha. Pemegang saham utama pun tetap menjadi mayoritas," tutur Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk Prodjo Sunarjanto.

Harga Saham Perdana

Menurut pengamat pasar modal PT Buana Capital Benny Hadiman, IPO PT Adi Sarana Armada Tbk diyakini terserap investor, “Pasar saham saat ini sudah lebih sehat sehingga rencana Adi Sarana melakukan IPO akan diterima pasar ke depannya,"ujarnya.

Dia mengatakan, pasar saham di 2011 lalu cenderung diselimuti sentimen negatif dari melambatnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan krisis utang di negara-negara kawasan Euro."Pada tahun ini nampaknya investor saham sudah dapat mengantisipasi sentimen negatif-negatif itu, dengan begitu pasar saham secara otomatis akan kembali stabil,"ungkapnya.

Terkait dengan rencana IPO PT Adi Sarana Armada, Benny mengatakan, saham perseroan akan ditawarkan juga kepada investor regional seperti di Singapura dan Hongkong. Dia mengemukakan, harga saham Adi Sarana Armada yang ditawarkan ke publik senilai Rp360 - Rp600 per lembar. Harga saham di kisaran itu merupakan refleksi dari PE (price earning) sembilan kali sampai 15 kali,” Saat ini PE pasar saham di kisaran 14 kali - 16 kali. Kalau dilihat harga Rp360-Rp600 per lembar saham mencerminkan prediksi sembilan kali hingga 15 kali. Tapi jangan hanya melihat PE saja, tetapi juga memakai metode DCF (Discounted Cash Flow) terhadap pertumbuhan," kata Benny. (bani)