Tekanan Mereda, IHSG Lanjutkan Penguatan Kemarin

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin ditutup menguat 2,131 poin (0,05%) ke level 4.313,522. Indeks LQ45 tercatat menguat 0,618 poin ke 746,600. Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI dipicu sentimen global, “Penguatan tipis indeks harga saham gabungan (IHSG) menyusul kekhawatiran beberapa data makro ekonomi pekan lalu yang mengindikasikan perekonomian dunia tengah melambat,”katanya di Jakarta, Senin (15/10).

Meski demikian, lanjut Purwoko, tekanan indeks regional berangsur mereda setelah pengumuman data ekspor China September yang menguat tertinggi dalam tiga bulan. Oleh karena itu, dia memproyeksikan IHSG Selasa akan bergerak dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.280-4.328 poin, “Pergerakan pasar akan merespon pengumuman data penjualan ritel dan manufaktur AS yang diumumkan kemarin,"ungkapnya.

Dia merekomendasikan saham yang layak dikoleksi adalah PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dimana total nilai perdagangan saham mencapai Rp 4,42 triliun. Sebanyak 119 saham meningkat dan 112 saham terlihat anjlok. Sebanyak 100 saham sisanya stagnan. Meskipun bursa masih terkontaminasi sentimen global, IHSG mampu bangkit dari zona merah. Pasalnya sentimen positif dari dalam negeri seperti ekonomi yang terus tumbuh hingga tingkat konsumsi masyarakat yang membaik membawa pengaruh bagus bagi investor.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Sarana Menara Tower Nusantara Tbk (TOWR) naik Rp700 ke Rp20.200, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp650 ke Rp53.150, dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp300 ke Rp11.100.

Sementara saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) turun Rp6 ribu menjadi Rp36 ribu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp1.000 ke Rp11 ribu, dan PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun Rp500 ke Rp9.700

Sementara itu bursa regional Asia lainnya terlihat mixed. Bursa Asia masih berpotensi menguat begitu juga dengan IHSG dengan dukungan transaksi yang cukup besar dikarenakan dukungan kondisi ekonomi dalam negeri yang cukup baik.

Sebaliknya, perdagangan sesi I indeks BEI ditutup turun 6,13 (0,14%) menjadi 4.305,26, sementara indeks saham unggulan LQ45 melemah 1,29 poin (0,17%) menjadi 744,69, “Pelemahan indeks ini dipicu tekanan 'profit taking' yang dilakukan investor,”kata Senior Riset HD Capital Yuganur Wijanarko.

Tercatat sektor saham yang mengalami pelemahan dipimpin aneka industri sebesar 1,1%, pertambangan 0,7% dan perkebunan 0,3%, sedangkan sektor saham yang mengalami penguatan meliputi perdagangan sebesar 0,4%, konsumer dan industri dasar masing-masing sebesar 0,2% serta properti sebesar 1%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 96.772 kali pada volume 2,37 miliar lembar saham sebesar Rp2,11 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 110 saham turun dan sisanya 83 saham tidak bergerak.

Untuk saham yang mengalami pelemahan antara lain PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) yang turun Rp750 menjadi Rp9.450, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) merosot Rp450 menjadi Rp23.350 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi Rp300 menjadi Rp42.200.

Sementara saham yang mengalami kenaikan di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang menanjak Rp700 menjadi Rp53.200, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp300 Sementara diawal perdagangan, indeks BEI juga dibuka turun 2,60 poin atau 0,06% ke posisi 4.308,79. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,66 poin (0,09%) ke level 745,32, “Mayoritas bursa Asia dibuka melemah termasuk IHSG BEI seiring koreksi di bursa global dan komoditas," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, sentimen positif dari rilis data ekspor China di bulan September gagal membawa bursa Asia menguat. Sementara harga minyak melanjutkan koreksinya ke level US$ 91,3 per barel.

Analis Trust Securites Reza Priyambada menambahkan, secara teknikal indeks BEI akan bergerak melemah dibayangi aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar, “Pola yang terjadi menunjukan pelemahan, namun kondisi itu wajar dan diharapkan sentimen yang muncul tidak terlalu buruk sehingga pelemahan masih dalam tahap terbatas," paparnya

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 40,56 poin (0,19%) ke level 21.095,87, indeks Nikkei-225 turun 4,41 poin (0,05%) ke level 8.529,71, dan Straits Times melemah 5,50 poin (0,18%) ke level 3.036,25. (bani)

Related posts