Menaiki Kereta Tua Museum Ambarawa

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

Bermain ke museum-museum melihat benda-benda bersejarah memang menjadi suatu yang sangat menyenangkan saat kita kecil dulu. Rutinitas yang padat sehari-hari membuat kita harus terus bekerja tanpa henti, dan tidak banyak waktu untuk berlibur, akhirnya waktu berlibur kita kebanyakan hanya kita habiskan didalam rumah saja.

Tidak banyak yang bisa kita rencanakan, namun tidak ada salahnya pula kita merencanakan liburan yang tak biasa kita lakukan. Mengunjungi museum mungkin bisa menjadi salah satu liburan yang sangat menyenangkan.

Bermain dan mengunjungi museum memang memiliki banyak manfaat, selain menambah pengalaman dan menambah informasi, berlibur ke museum juga bisa mengedukasi anak-anak kita bila kita sudah berkeluarga. Apalagi bila kita menikmatinya bersama teman-teman sepermainan, mengunjungi museum bisa menjadi tempat seru-seruan bareng teman-teman dan menambah pengetahuan yang tidak terpikirkan dan kita ketahui sebelumnya. Salah satu museum yang menarik untuk kita kunjungi adalah Museum Kereta Api ambarawa.

Museum Kereta Api Ambarawaadalah sebuahstasiun kereta apiyang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuahmuseumdiAmbarawa,Jawa Tengahyang memiliki kelengkapankereta apiyang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap denganlokomotifnomorB 2502danB 2503buatanMaschinenfabriek Esslingensampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada diSwissdanIndia.

Di museum ini kita dapat menaiki kereta tua dan menikmati sensasi jalur kereta tua ini. Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menujuStasiun Tuntangyang berada sekitar 7 km dari museum.

Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakangGunung Ungaran,Gunung Merbabu, danRawa Peningdi kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup pada 1980-an karena prasarana yang rusak.

Museum mengoleksi 21 lokomotif uap. Saat ini terdapat 2 lokomotif yang dapat dioperasikan. Koleksi yang lain dari museum adalah telepon antik, peralatan telegram morse, bel antik dan beberapa perabotan antik. Harga karcis kereta wisata adalah Rp50.000 per orang, sedangkan lori Rp10.000 per orang.

Harga sewa kereta Rp3.000.000, harga ini kiranya cukup murah dibandingkan pengalaman dan sensasi menaiki kereta tua ini. Sangat menyenangkan sekali masih bisa merasakan menaiki kereta tua, ditambah pemandangan yang sangat indah, dan semoga ini menjadi referensi liburan yang menarik.