Festival Kebudayaan Indonesia yang Mendunia

Sabtu, 20/10/2012

Bangsa Indonesia memanglah bangsa yang sangat kaya akan budaya, warisan sejarah dan alam yang sangat indah. Karena itulah bangsa Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata dunia, karena kebudayaannya yang beraneka ragam.

NERACA

Coba saja bayangkan, Indonesia memang sangat luas, terdiri dari pulau-pulau, bermacam-macam adat dan suku budaya ada disini. Namun tidak banyak yang menyadari kekayaan bangsa kita ini, sebagian lagi lebih memilih berlibur kenegara lain, atau menghabiskan uangnya untuk berbelanja di luar negeri, padahal bila ditengok dengan jelas, Indonesia memiliki banyak kekayaan yang bangsa lain tak miliki.

Para wisatawan sangat menikmati alam Indonesia, bahkan mereka mengakui bahwa Indonesia memang sangat kaya akan kekayaan alam, tradisi dan budaya dan oleh sebab itu sangatlah penting kita menjaga semuanya itu. Ini semua memang tanggung jawab pemerintah dalam melestarikan, menjaga dan merawatnya, namun kiranya mustahil tanpa bantuan semua unsur masyarakat. Peranan setiap orang dalam menjaga tradisi bahkan budaya sangatlah penting untuk menjaga dan merawat semua keindahan alam atau budaya juga tradisi ini. Salah satu caranya ialah dengan terus membuat festival kebudayaan, dan tanpa kita sadari festival kebudayaan ini sudah sangat mendunia.

Pesta Kesenian Bali

Festival yang satu ini adalah salah satu perayaan seni budaya tahunan terbesar di Indonesia, Festival Seni Bali selalu penuh sesak. Selama sebulan penuh, berbagai pertunjukan seni, pameran, dan aktivitas budaya lainnya akan berlangsung di seluruh Bali, menawarkan tarian, musik dan keindahan budaya mereka.

Perayaan terkenal itu menampilkan pertunjukan seperti tarian tradisional yang sudah hampir terlupakan, jejak dari daerah terpencil di Bali, makanan, kerajinan tangan, serta kreasi baru dari sekolah-sekolah tari di Denpasar dan koreografi kontemporer dari seniman nasional dan internasional.

Festival Krakatau

Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada 1883, letusan itu kemudian menghasilkan pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.

Selama festival, pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampund dan kota sekitarnya. Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu, masih aktif tetapi sedang tidur lelap.

Karnival Batik Solo

Siapa yang tidak mengenal batik. Sejak zaman dahulu, tradisi batik selalu memiliki akar yang sangat kuat di Solo. Kotadi Jawa Tengah itu bahkan telah menjadikan batik sebagai ikon dan identitas, sebuah gambaran tepat dari kota yang terkenal karena keindahan kerajaannya dan kehalusan perilaku. Karnaval Batik Solo diadakan untuk memperkuat tradisi itu, dan untuk mempromosikan batik pada skala nasional dan internasional. Acara ini adalah kombinasi upacara, pagelaran busana dan karnaval, semuanya menggunakan batik sebagai tema. Akan ada juga bazar yang menawarkan berbagai macam batik dan suvenir unik Solo.

Festival Lembah Baliem

Festival khas Papua ini berakar kepada kepercayaan suku-suku lokal bahwa perang bukan hanya konflik keuasaan dan kepentingan, tetapi juga simbol kesuburan dan kemakmuran. Sejak 20 tahun lalu, pemerintah daerah telah menekankan pentingnya perdamaian antara suku-suku yang berperang untuk mencegah balas dendam berkepanjangan dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem adalah suatu acara yang diadakan untuk menggantikan perang antar suku itu.

Seperti yang bisa kita tebak, acara utama adalah perang-perangan antar suku. Bayangkan lebih dari 20 suku berbeda dengan masing-masing 30 hingga 50 orang mengenakan pakaian tradisional, membawa tombak, busur, panah dan parang! Ada juga pertunjukan dan sejumlah atraksi lain, seperti permainan tradisional setempat, tarian, serta masakan lokal.

Festival Danau Toba

Festival Danau Toba yang dahulu bernama Pesta Danau Toba sempat menjadi acara unggulan dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Utara. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pertengahan 1998 menjadi penyebab terhentinya pesta bergengsi bagi masyarakat Batak ini. Berlangsung selama seminggu penuh, festival ini berpusat di Danau Toba, danau terbesar di Asia yang terletak di Sumatra Utara. Menampilkan olah raga tradisional, lomba perahu, pertunjukan kebudayaan, lomba balap kuda dan lomba olah raga air, juga pameran kriya setempat.