Dua Kamera Profesional Bergaya Klasik - X-PRO 1 dan M9P

Memotret memang telah menjadi salah satu hobi yang sangat menyenangkan. Selain bisa mengabadikan momen-momen penting, memotret juga bisa menjadi sangat menyenangkan bila ditemani kamera yang sudah lama kita idam-idamkan.

NERACA

Dua kamera ini sangat berbeda jauh dengan kamera-kamera yang banyak di pasaran, berada di kelas profesional, kedua kamera ini tampil dengan gaya klasik namun dengan teknologi yang sangat tinggi. Hampir berada di kelas yang sama, namun harga kedua kamera ini sangat berbeda jauh.

Kamera yang pertama kita bahas ialah Fujifilm X-pro 1. Fujifilm telah merilis kamera mirrorless terbarunya, yaitu Fujifilm X-Pro 1. Dimana diklaim memiliki kemampuan setara dengan kamera DLSR profesional. Kamera ini dijual di Indonesia sendiri dengan harga belasan juta rupiah, dan diharapkan mampu menarik perhatian para fotografer untuk memilikinya.

Dari desain sendiri kamera ini terlihat seperti kameta retro, namun tetap nyaman di genggaman. Serta di bagian belakang kamera kita dapat melihat LCD seluas 3.0 inci, yang penggunaannya juga sangat mudah.

Kamera pada Fujifilm X-Pro 1, diklaim mampu menyaingi hasil jepretan kamera full frame profesional. Karena memiliki sensor CMOS APS-C X-Trans 16 Megapiksel, dimana sensor tersebut hampir sama atau besarnya setara kamera DLSR, serta memiliki hasil dan ketajaman memotret yang luar biasa.

Sedangkan untuk kameranya, Fujifilm X-Pro A1 ini memiliki 3 jenis lensa hybrid ala fujinon lens, yang dimana ketiganya adalah lensa fixed bukan zoom, yaitu XF18mm F2 R (setara 27mm f/2.0), XF35mm F1.4 R (setara 53mm f/1.4), dan XF60mmF 2.4 R Macro (setara 90mm f/2.4).

Bila diperhatikan dari segala fitur dan spesifikasinya, Kamera ini terbukti dapat menghasilkan gambar tajam, natural, serta dapat meminimalisir hasil moire effect yang sering terjadi jika kita membidik pattern, dan juga mampu menghasilkan gambar berkualitas walaupun di ruangan yang minim cahaya. Karena selain fitur kamera yang canggih, kamera ini juga menggunakan prosesor EXR sebagai kekuatan kinerja sistem.

Kamera mirrorless berikutnya adalah Leica M9P, pabrikan legendaris asal jerman ini memang menjadi salah satu perhiasan kamera, artinya adalah setiap kamera yang dibuat memang sangat terbatas dan eklusif. Jadi pemakainya akan sangat dimanjakan seperti sedang memakai perhiasan.

Namun jangan main-main, kamera ini pun memiliki teknologi yang sangat canggih, layaknya kamera leica saat jaman peperangan dulu, kamera leica ini memiliki model dan bentuk yang sangat klasik seperti model-model kamera analognya terdahulu.

Kamerayang dinobatkan sebagai the world's smallest full-format digital system cameras atau kamera dengan sistem digital full format terkecil ini memang lain dari seri Leica sebelumnya.

Hal yang membuat berbeda antara lain, tidak adanya logo khas Leica di bagian depan, padahal dalam seri-seri sebelumnya pabrikan Leica tidak pernah lupa untuk meletakkan logo Leica di bagian depan bodi kamera. Selain itu terdapat kristal sapphire dalam cover LCD yang berfungsi melindungi LCD dari goresan.

Bila diperhatikan lebih dalam, secara teknis, kamera ini memiliki fitur fotografi yang hampir sama dengan seri sebelumnya, Leica M9. Yaitu memiliki kecepatan rana 4 detik – 1/4000 detik. Kecepatan mengambil gambar masih 2 gambar per detik, atau 2 fps. Kamera berjenis sensor CCD dan mempunyai ukuran sensor Full frame (36 x 24 mm)ini mempunyai resolusi sebesar 18 megapixel.

Kamera eklusif ini memiliki LCD 2.5 inci beresolusi 230.000 pixel yang dilapisi kristal sapphire ini terlihat elegan dan mewah. Kristal sapphire yang sejatinya berfungsi sebagai pelindung ini terkesan sebagai ornamen hiasan yang menarik mata.

Jenis LCD yang dipakai masih setia menggunakan TFT color LCD. Navigasi menu di Leica M9P tergolong mudah dioperasikan. Kedua kamera ini memang memiliki kelebihan masing-masing, Fujifilm X-pro 1 yang dijual sekitar Rp. 25 jt berikut lensa dan Leica M9P dijual sekitar Rp. 80 jt tanpa lensa, tinggal kita sesuaikan dengan kantong dan kebutuhan kita.

Related posts