Sentimen Global Masih Hantui Harga Emas

NERACA

Jakarta- Belum adanya kepastian pemulihan ekonomi Eropa masih mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan. Oleh karena itu, harga emas dunia akan bergerak konsolidasi dengan pergerakan support resistance di kisaran US$ 1.756-US$ 1.764 per troy ons.

Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, kabar dukungan IMF untuk memberikan tambahan waktu bagi Yunani dalam mengurangi defisit anggarannya memberikan sentimen positif ke pasar, “Harga emas diprediksi akam kembali masuk ke dalam pola konsolidasi antara support-resistance US$ 1.756-US$ 1.764 per troy ons,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, perkembangan masih belum stabil dimana ada kabar seputar penyelesaian krisis Eropa sehingga sentimen negatif bisa datang setiap saat. Pada penutupan perdagangan kemarin, pelemahan nilai tukar dolar AS memberi kesempatan bagi emas untuk menguat.

Emas untuk kontrak Desember 2012 menguat US$5,50 per troy ons (0,3%), menjadi US$ 1.770,60 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Laju emas tertahan setelah sebelumnya mencapai level US$ 1.774,5 menyusul apiknya data tenaga kerja AS.

Emas dilihat sebagai investasi safe-haven dengan investor cenderung membeli logam mulia ini di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan keuangan. Euro bergerak menguat 0,6% terhadap dolar AS menjadi US$ 1,2933 setelah peringkat utang Spanyol diturunkan.

Sebelumnya, analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin menyakini, harga emas masih berpeluang untuk naik ditengah sentimen krisis ekonomi Eropa. Bahkan kembali meningkatnya harga emas dunia akan berdampak positif ke nilai logam mulia domestik,”Harga emas domestik secara otomatis akan mengikuti harga dunia, posisi harga emas dunia kembali meningkat," ujarnya.

Harga emas global, Kamis pekan kemarin (11/10) berada di posisi US$ 1.769 per ons atau meningkat 4,50 poin (0,25%) dibanding hari sebelumnya. Sementara, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk Kamis di posisi Rp586.000 atau menurun dibandingkan posisi awal pekan lalu (8/10) senilai Rp590.200.

Harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,781 juta dan Rp5,522 juta. Sementara harga "buyback" atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp517.000 per gram. (bani)

BERITA TERKAIT

Tito Menilai Harga Ditawarkan Kemahalan - Akuisisi 51% Saham PT Freeport

NERACA Jakarta –Keberhasilan pemerintah memiliki sebagai saham PT Freeport Indonesia (PTFI) direspon positif pelaku ekonomi. Namun dibalik keberhasilan tersebut, pelaku…

Sentimen Bursa Asia Kerek Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 14,51 poin menjadi…

Literasi Keuangan Dinilai Masih Rendah

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Teknologi Finansial atau Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengatakan literasi keuangan masyarakat di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…