Isu Perlambatan Ekonomi Global, Tekan Pergerakan IHSG

Senin, 15/10/2012

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat 26,424 poin (0,62%) ke level 4.311,391. Sementara indeks LQ45 menguat 4,180 poin ke posisi 745,982. Penguatan indeks seiring dengan penguatan bursa regional.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, menguatnya bursa regional menjadi pendorong bursa saham dalam negeri pada akhir pekan menembus level 4.300 poin "Sentimen positif dari turunnya tingkat pengangguran di AS menjadi katalis bagi bursa regional termasuk indeks BEI,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Saham sektor pertanian dan pertambangan menjadi penopang IHSG mangkal di zona hijau. Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak di kisaran 4.280-4.320 poin. Kisaran itu masih akan dipengaruhi oleh isu perlambatan ekonomi global. "Beberapa tanda perlambatan ekonomi sudah tampak pada data ekonomi makro dari beberapa negara Asia Timur seperti China (penjualan otomotif) dan Jepang (data manufaktur). Pertumbuhan ekonomi negara tetangga seperti Singapura terlihat juga melemah," ujarnya.

Purwoko merekomendasikan beberapa saham pilihan yang layak dikoleksi Senin awal pekan adalah Alam Sutera Realty (ASRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Metropolitan Land (MTLA). Frekuensi transaksi perdagangan saham akhir pekan kemarin tercatat sebesar 196.303 dengan volume mencapai 6,029 miliar lembar saham senilai Rp4,384 triliun. Saham menguat sebanyak 128, melemah 115 saham, sementara yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 117 saham.

Saham yang mengalami kenaikan diantaranya, Berau Coal Energy (BRAU) naik Rp45 ke Rp245, Indoexchange (INDX) naik Rp49 ke Rp190, dan Pan Brothers (PRBX) naik Rp50 ke Rp460. Sementara saham yang melemah, Indonesia Air Transport (IATA) turun Rp21 ke Rp150, Pelayanan Nelly (NELY) turun Rp19 ke Rp186, Sekawan Intipratama (SIAP) turun Rp46 ke Rp164.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 22,478 (0,52%) poin ke level 4.307, sementara indeks LQ45 naik 4,670 poin ke level 746,472. Head of Research PT eTrading Securities, Bertrand Raynaldi mengatakan, sejumlah saham di kedua sektor tersebut tampil sebagai "market mover" di bursa domestik hingga penutupan sesi pertama perdagangan akhir pekan, “Saham-saham itu, antara lain, PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk (BMRI), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)," katanya di Jakarta, Jumat.

Tercatat hampir seluruh sektor saham mengalami penguatan yang dipimpin pertambangan sebesar 1,4%, keuangan dan keuangan masing-masing 0,8% serta perdagangan 0,5%, sedangkan sektor saham yang mengalami pelemahan, antara lain, properti sebesar 1%.

Perdagangan berjalan dengan frekuensi perdagangan mencapai 105.350 dengan volume 3,48 miliar lembar saham senilai Rp2,40 triliun. Sebanyak 101 saham menguat, 99 saham turun dan sisanya 102 saham tidak bergerak.

Untuk saham yang mengalami penguatan di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang naik Rp500 menjadi Rp21.100,00, PT United Tractors Tbk menanjak Rp500,00 menjadi Rp20.000,00, dan PT Ace Hardware Tbk (ACES) menguat Rp400,00 menjadi Rp6.750,00.

Sementara saham yang mengalami koreksi, antara lain, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) yang melemah Rp250,00 menjadi Rp2.000,00, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp100,00 menjadi Rp22.700,00, dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) merosot Rp75,00 menjadi Rp3.775,00.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 9,58 poin atau 0,22% ke posisi 4.294,54. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,44 poin (0,33%) ke level 744,24,”Bursa regional dibuka menguat tipis sekitar 0,3% memfaktorkan sentimen positif dari membaiknya data tenaga kerja di AS," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro di Jakarta, Jumat.

Dia menuturkan, minimnya sentimen dari bursa regional maupun domestik diperkirakan membuat IHSG BEI bergerak dengan kecenderungan mendatar (sideways) pada akhir pekan. Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak "mixed" di kisaran 4.250-4.310 poin, “Dirilisnya data-data ekonomi terutama data 'initial jobless claims' AS memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI," katanya.

Bursa regional akhir pekan, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 117,65 poin (0,56%) ke level 21.116,70, indeks Nikkei-225 naik 0,18 poin (0,01%) ke level 8.546,96, dan Straits Times menguat 4,27 poin (0,14%) ke level 3.036,93. (bani)