Kemendag Optimalisasi Ekspor Lewat Forum Global

Perdagangan Dunia Belum Digarap Optimal

Senin, 15/10/2012

NERACA

Jakarta - Krisis baru-baru ini telah mengakibatkan pertumbuhan global turun dari 3,8% tahun 2011 untuk diproyeksikan 3,3% untuk 2012. Bagaimana pun, beberapa pasar menunjukkan mengalami ketahanan dalam menghadapi penurunan pertumbuhan tersebut. Sektor swasta sekarang memfokuskan lebih banyak perhatian pada pasar pertumbuhan di Asia dan negara-negara bagian selatan, seperti Amerika Latin dan Afrika Selatan, mencari peluang-peluang baru untuk melengkapi lamban pertumbuhan di pasar yang lebih matang.

Potensi perdagangan dari kawasan dinilai cukup besar yang saat ini mencapai 60% dari perdagangan global. Namun, potensi itu masih belum teroptimalkan. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, guna mengoptimalkan potensi pasar tersebut diperlukan forum global yang unik dan didedikasikan untuk mendukung pembangunan yang digerakkan oleh kegiatan ekspor.

"WEDF (World Export Development Forum) menyediakan wadah bagi para pembuat kebijakan, lembaga-lembaga pendukung perdagangan dan pelaku-pelaku bisnis untuk meningkatkan pengetahuan tentang daya saing ekspor," tuturnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jum’at (12/10). Indonesia, yang diramalkan akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor tujuh pada tahun 2025, tentunya akan memetik banyak pelajaran berharga dari perannya sebagai tuan rumah WEDF.

Perdagangan Kompetitif

“Pertumbuhan ekspor dari Indonesia ke negara emerging markets semakin meningkat daripada ekspor ke pasar tradisional seperti Jepang dan Amerika. Ini menunjukkan pentingnya peran emerging markets saat ini,” ujar Gusmardi. Penyelenggaraan WEDF 2012 bertujuan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan perdagangan interregional, serta mengatasi hambatan perdagangan dengan tepat dan efektif sehingga dapat menciptakan hubungan perdagangan global yang semakin kompetitif.

Selain itu, WEDF juga bertujuan untuk mendukung komitmen pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi perdagangan interregional dan mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai negara dengan tujuan menciptakan transaksi bisnis. Sementera itu, Direktur Eksekutif International Trade Center (ITC) Patricia Francis mengatakan, kawasan negara bagian selatan memiliki kesempatan untuk menjadi mitra utama dibandingkan hanya menjadi saksi dalam perdagangan dunia.

"Di WEDF, kami akan mendengarkan cerita sukses dan saling membagi contoh praktik-praktik yang baik. Kami juga akan mendiskusikan tentang ketentuan yang diperlukan untuk mencapai perdagangan Selatan-Selatan yang berkelanjutan, seperti misalnya investasi, fasilitasi perdagangan, infrastruktur, dan pembiayaan perdagangan,” kata Patricia.

Berdasarkan tren perdagangan global saat ini, WEDF 2012 akan membahas cara memanfaatkan potensi integrasi perdagangan tanpa mengesampingkan situasi perekonomian dan perdagangan global, serta membangun supply chains baru dengan tujuan mendapat output yang lebih positif, termasuk penciptaan jejaring usaha di tingkat regional.