Kemendag Optimalisasi Ekspor Lewat Forum Global - Perdagangan Dunia Belum Digarap Optimal

NERACA

Jakarta - Krisis baru-baru ini telah mengakibatkan pertumbuhan global turun dari 3,8% tahun 2011 untuk diproyeksikan 3,3% untuk 2012. Bagaimana pun, beberapa pasar menunjukkan mengalami ketahanan dalam menghadapi penurunan pertumbuhan tersebut. Sektor swasta sekarang memfokuskan lebih banyak perhatian pada pasar pertumbuhan di Asia dan negara-negara bagian selatan, seperti Amerika Latin dan Afrika Selatan, mencari peluang-peluang baru untuk melengkapi lamban pertumbuhan di pasar yang lebih matang.

Potensi perdagangan dari kawasan dinilai cukup besar yang saat ini mencapai 60% dari perdagangan global. Namun, potensi itu masih belum teroptimalkan. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, guna mengoptimalkan potensi pasar tersebut diperlukan forum global yang unik dan didedikasikan untuk mendukung pembangunan yang digerakkan oleh kegiatan ekspor.

"WEDF (World Export Development Forum) menyediakan wadah bagi para pembuat kebijakan, lembaga-lembaga pendukung perdagangan dan pelaku-pelaku bisnis untuk meningkatkan pengetahuan tentang daya saing ekspor," tuturnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jum’at (12/10). Indonesia, yang diramalkan akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor tujuh pada tahun 2025, tentunya akan memetik banyak pelajaran berharga dari perannya sebagai tuan rumah WEDF.

Perdagangan Kompetitif

“Pertumbuhan ekspor dari Indonesia ke negara emerging markets semakin meningkat daripada ekspor ke pasar tradisional seperti Jepang dan Amerika. Ini menunjukkan pentingnya peran emerging markets saat ini,” ujar Gusmardi. Penyelenggaraan WEDF 2012 bertujuan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan perdagangan interregional, serta mengatasi hambatan perdagangan dengan tepat dan efektif sehingga dapat menciptakan hubungan perdagangan global yang semakin kompetitif.

Selain itu, WEDF juga bertujuan untuk mendukung komitmen pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi perdagangan interregional dan mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai negara dengan tujuan menciptakan transaksi bisnis. Sementera itu, Direktur Eksekutif International Trade Center (ITC) Patricia Francis mengatakan, kawasan negara bagian selatan memiliki kesempatan untuk menjadi mitra utama dibandingkan hanya menjadi saksi dalam perdagangan dunia.

"Di WEDF, kami akan mendengarkan cerita sukses dan saling membagi contoh praktik-praktik yang baik. Kami juga akan mendiskusikan tentang ketentuan yang diperlukan untuk mencapai perdagangan Selatan-Selatan yang berkelanjutan, seperti misalnya investasi, fasilitasi perdagangan, infrastruktur, dan pembiayaan perdagangan,” kata Patricia.

Berdasarkan tren perdagangan global saat ini, WEDF 2012 akan membahas cara memanfaatkan potensi integrasi perdagangan tanpa mengesampingkan situasi perekonomian dan perdagangan global, serta membangun supply chains baru dengan tujuan mendapat output yang lebih positif, termasuk penciptaan jejaring usaha di tingkat regional.

BERITA TERKAIT

Sejarah Perdamaian Dunia Dimulai dari Singapura

Oleh: Yunianti Jannatun Naim Konflik antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang terus memanas dalam sebulan terakhir akhirnya mereda setelah…

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…