Pertamina Pasang GPS Tracking System - Cegah Pembongkaran Ilegal

NERACA

Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah melakukan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan pengawasan internal secara berlapis hingga di titik serah yang diyakini dapat mencegah terjadinya upaya penyalahgunaan BBM bersubsidi. Maka kapal pengangkut dan mobil tangki BBM yang dioperasikan Pertamina akan diawasi melalui GPS tracking system.

“Pengawasan dilakukan sejak di pintu masuk hingga keluar terminal diantaranya melalui penggunaan I button atau proximity card untuk verifikasi siap isi di pintu masuk dan siap jalan di pintu keluar, verifikasi loading order (LO) dan detail pelanggan, penggunaan filling ticket, hingga pemasangan segel pada bagian manhole dan manfold tanki untuk menghindari pembongkaran secara ilegal”, ujar Manager Perencanaan dan Operasi Divisi Suplai dan Distribusi PT Pertamina Abdul Cholid di Ruang Pers Pertamina Pusat, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, BBM yang diperoleh dari hasil pengolahan kilang dan juga impor masuk ke terminal transit utama (TTU) menggunakan moda transportasi laut. Dari TTU, BBM dialirkan menuju terminal BBM dengan moda transportasi laut maupun sungai dan kemudian disalurkan ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) menggunakan mobil tangki BBM yang dimiliki dan dikelola oleh penyedia mobil tangki BBM.

Ketika sampai di SPBU, sebelum proses pembongkaran dilakukan pemeriksaan surat jalan, nomor segel, sopir dan kondektur serta pemeriksaan untuk memastikan jenis BBM dan volume yang dikirimkan sesuai dengan permintaan. Pembongkaran hanya dapat dilakukan apabila dokumen dinyatakan lengkap dan benar oleh petugas yang sebelumnya melakukan pengecekan ulang ke terminal BBM.

Pengawasan secara ketat dilakukan oleh Pertamina selama proses pengisian BBM ke mobil tangki di terminal BBM, dimana BBM baik Premium maupun Solar berpindah kepemilikan dari Pertamina kepada pelanggan. Pada terminal BBM yang telah dilengkapi automation system, seperti di Terminal BBM Plumpang, Cikampek, Boyolali, Tuban, Surabaya dan Bau-Bau, pengawasan telah dilakukan secara otomatis berbasis teknologi informasi.

“Adapun, untuk memastikan pasokan BBM sampai ke SPBU dan serta monitoring ketersediaan stok di SPBU, Pertamina melakukan pengecekan melalui Fuel Sales Distribution Management System, yaitu dengan jalan memantau stok pelanggan, ketersedian LO, status pengiriman dan konfirmasi penerimaan,” ujar Cholid.

Pertamina dalam beberapa waktu ke depan, untuk meningkatkan kehandalan sistem pendistribusian BBM bersubsidi, berencana akan memperluas penggunaan GPS Tracking System untuk seluruh terminal BBM di Tanah Air.

BERITA TERKAIT

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Komisi IX: Kasus Pabrik Ilegal PCC Tanggung Jawab Tiga Instansi

Komisi IX: Kasus Pabrik Ilegal PCC Tanggung Jawab Tiga Instansi NERACA Jakarta - Kasus ditemukannya pabrik ilegal PCC yang beroperasi…

KLHK-KPK Telusuri Peredaran Kayu Ilegal di Papua

KLHK-KPK Telusuri Peredaran Kayu Ilegal di Papua NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…