Tingkatkan Kekhusyukan Peserta

Soal Sukar bertambah Jadi 20% dalam UN 2013

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

Dengan beralasan mutu pendidikan dari tahun ke tahun harus lebih baik, pemerintah berencana menambah soal sukar, yang awalnya 10% menjadi 20% dalam UN tahun 2013 nanti. Batas nilai minimum kelulusan bagi para siswa ditargetkan tetap di angka 5,5.

Tahun depan UN tetap dilakukan, tetapi ada beberapa perubahan. Secara legal yuridis pelaksanaan UN ada dasar undang-undang dan peraturan pemerintahnya. Kemudian dari sisi akademik sampai bentuk soal pilihan ganda juga ada dasarnya. Terkait standar kelulusan, ada kemungkinan untuk meningkatkan dari 5,5 menjadi 6. Alternatif lainnya, standar nilainya tetap 5,5 tetapi derajat kesulitan soal ditingkatkan.

Pada tahun lalu sebaran tingkat kesulitan untuk soal yang mudah hanya 10%, soal dengan bobot sedang 80% dan soal yang sukar sebanyak 10%. Sementara untuk tahun 2013, soal sukar akan ditambah menjadi 20%.

Nuh mengatakan, hingga saat ini batas minimum kelulusan tidak akan diubah. Meski batas nilai minimum kelulusan tidak diubah, bobot soal rencananya akan diubah.

"Yang mungkin ada perubahan adalah menyebar tingkat kesulitan soalnya. Yang sedang berkurang jadi 70%. Yang mudah tetap 10% sedangkan soal sukar akan ditambah menjadi 20%. Tapi ini masih dianalisis, "ujar Nuh, saat jumpa pers penyelenggaraan UN di Gedung A Kemendikbud, Jakarta,Jumat (12/10/2012).

jumlah variasi soal juga akan mengalami perubahan. Jika pada tahun ini hanya ada lima macam variasi soal untuk 20 peserta didik dalam satu kelas, maka pada tahun depan disiapkan 20 macam variasi soal. Penggunaan 20 paket soal itu bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas hasil UN. Dengan bertambah banyaknya jenis soal dalam UN, potensi tindak kecurangan akan semakin sempit. Pasalnya, masing-masing siswa akan mengerjakan soal berbeda karena umumnya setiap ruang ujian diisi oleh 20 peserta ujian.

“Setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Ini yang diuji kemampuan perseorangan, bukan kolektif. Kita ingin tingkatkan kekhusyukan peserta,” katanya.

Mendikbud menambahkan, seleksi penerimaan calon mahasiswa baru tahun depan sebanyak 50% akan menggunakan jalur undangan, 30% jalur ujian tertulis, dan 20% jalur mandiri. Mendikbud menyebutkan, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa IPB yang diterima melalui jalur undangan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan. “Melalui jalur undangan, yang dipakai untuk menentukan kelulusan adalah nilai UN dan rapor.”

Ketua BNSP Muhammad Aman Wirakartakusumah mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan kisi-kisi soal UN dan diharapkan selesai pada November mendatang. Menurut dia, kisi-kisi soal UN tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal tahun ini karena kisi-kisi tersebut dikembangkan dari standar isi. “ Kisi-kisi hanya bersifat lebih operasional. Bank dari kisi-kisi sudah ada,” katanya.