Gigi Sensitif, Jangan Anggap Sepele

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

Sedikitnya 45% orang di Indonesia merasakan ngilu karena gigi sensitif saat mengonsumsi makanan dan minuman dingin, panas, manis, ataupun asam. Sedangkan, 52% orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif tanpa memeriksakannya ke dokter gigi.

Dr. Yuniarti mengatakan, ”Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk merawat gigi sensitif diakibatkan oleh mispersepsi bahwa gigi sensitif tidak butuh perawatan khusus. Padahal masalah gigi sensitif tentunya mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup serta mengganggu kesehatan. Bahkan gigi sensitif yang tidak dirawat dengan baik dapat berisiko kematian gigi,” tuturnya.

GSK Dental Detailing Manager Oral Care Rahma Landy menyatakan, “Berdasarkan hasil riset yang menunjukkan tingginya angka penderita gigi sensitif, kami menyadari pencegahan saja tidak memadai apabila struktur gigi sudah terlanjur berubah.

Inovasi terbaru pasta gigi SRP menjadi solusi untuk masalah ini, dengan teknologi NovaMin mampu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk melindungi area gigi yang sensitif.Di GSK kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia, “to do more, feel better, and live longer”. Oleh karena itu dengan pengalaman lebih dari 50 tahun merawat gigi sensitif, Sensodyne selalu terdepan dalam mengembangkan teknologi menangani gigi sensitif.

“Ngilu gigi sensitif terjadi ketika dentin (lapisan tengah gigi) menjadi terbuka, sehingga tubula dalam gigi, yang serupa pori-pori kulit, menjadi terbuka. Dentin terbuka ini akan menimbulkan rasa ngilu yang tajam dan sesaat apabila terkena rangsang tertentu seperti jus buah dengan kandungan asam tinggi, makanan/minuman dingin, panas, atau saat menyikat gigi,” tuturnya.

Sensodyne Repair and Protect dengan teknologi Novamin, bekerja secara alami, yakni apabila bercampur dengan saliva (air liur) di dalam mulut akan menghasilkan ion kalsium dan fosfat yang merupakan materi pembentuk lapisan gigi. NovaMin sudah terbukti secara klinis mampu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk melindungi gigi sensitif.

Lebih jauh Rahma memaparkan, “Menyikapi kondisi kurangnya pemahaman masyarakat akan gigi sensitif, tidak hanya selalu terdepan dalam mengembangkan teknologi menangani gigi sensitif, Sensodyne melalui program ‘Sensodyne Expert Corner’ berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi yang baik dan benar seputar gigi sensitif baik secara langsung maupun melalui komunitas medis.

Salah satu bentuk realisasi, Sensodyne dengan bangga berkolaborasi dengan ribuan dokter gigi Indonesia yang hadir pada Fokus 2012 ini untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai gigi sensitif,” tuturnya.

Para dokter gigi khususnya kalangan ahli periodonsia berbagi visi dan semangat yang sama dengan GSK untuk terus berupaya mengedukasi pentingnya merawat gigi sensitif kepada masyarakat. Diharapkan kolaborasi dokter gigi bersama GSK untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai gigi sensitif ini dapat dikembangkan terus di masa mendatang serta setiap pasien yang berkonsultasi ke dokter gigi akan mendapatkan identifikasi, edukasi serta rekomendasi perawatan yang baik dan benar seputar kondisi gigi sensitif.

Menutup paparan Rahma menambahkan, melengkapi rangkaian delapan solusi bagi gigi sensitif yang disediakan Sensodyne sesuai dengan kebutuhan individu penderita gigi sensitif yang berbeda-beda, pasta gigi Sensodyne Repair and Protect dapat digunakan untuk penggunaan sehari-hari untuk perlindungan optimal. Selain itu pasta gigi ini juga memberikan manfaat pasta gigi pada umumnya termasuk perlindungan, pembersihan, serta kesegaran.