Transformasi Filsafat Yunani Ke Filsafat Islam

Sabtu, 27/10/2012

NERACA

Filsafat memiliki beberapa istilah yang dikenal dalam tradisi Islam. Berdasarkan perkembangannya,

filsafat Yunani yang diIslamisasikan ini pada akhirnya melahirkan satu corak filsafat baru yang kini dikenal sebagai filsafat Islam.

Dari segi bahasa, filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu gabungan dari kata Philo yang artinya cinta, dan Sophia yang artinya kebijaksanaan, atau pengetahuan yang mendalam. Jadi dilihat dari akar katanya, filsafat berarti ingin tahu secara mendalam atau cinta terhadap kebijaksanaan.

Dalam tradisi intelektual Islam, terdapat istilah yang umum untuk filsafat. Pertama, istilah“hikmah”. Filsafat bukan barang asing, akan tetapi berasal dari dan bermuara pada al-Qur’an. Al-‘Amiri, misalnya, menulis bahwa hikmah berasal dari Allah, dan di antara manusia yang pertama dianugrahi hikmah oleh Allah ialah Luqman al-Hakim. Disebutnya ketujuh filsuf Yunani kuno itu sebagai ahli hikmah (al-hukama’ as-sab‘ah)–yakni Thales, Solon, Pittacus, Bias, Cleobulus, Myson dan Chilon.

Demikian pula al-Kindi, yang menerangkan bahwa falsafah itu artinya hubb al-hikmah (cinta pada kearifan). Sementara Ibn Sina menyatakan bahwa hikmah adalah kesempurnaan jiwa manusia tatkala berhasil menangkap makna segala sesuatu dan mampu menyatakan kebenaran dengan pikiran dan perbuatannya sebatas kemampuannya sebagai.

Yang kedua adalah istilahfalsafah, yang diserap ke dalam kosakata Arab melalui terjemahan karya-karya Yunani kuno. Menurut al-Kindi, filsafat adalah ilmu yang mempelajari hakikat segala sesuatu sebatas kemampuan manusia. Dalam tulisnnya, Demikian tulis al-Kindi mengatakan bahwa filsafat teoritis mencari kebenaran, manakala filsafat praktis mengarahkan pelakunya agar ikut kebenaran. Berfilsafat itu berusaha meniru perilaku Tuhan. Filsafat merupakan usaha manusia mengenal dirinya.

Sedangkan istilah ketiga yang digunakan adalah ‘ulum al-awa’ilyang artinya ilmu-ilmu orang zaman dulu. Yaitu ilmu-ilmu yang berasal dari peradaban kuno pra-Islam seperti India, Persia, Yunani dan Romawi. Termasuk diantaranya ilmu logika, matematika, astronomi, fisika, biologi, kedokteran, dan sebagainya.

Filsafat masuk ke dalam Islam melalui filsafat Yunani yang dijumpai kaum Muslimin pada abad ke-8 Masehi atau abad ke-2 Hijriah di Suriah, Mesopotamia, Persia, dan Mesir.Para filsuf Muslim di zaman klasik Islam dikenal sangat menghargai pemikiran dari tradisi filsafat Yunani sejauh tidak bertentangan dengan ajaran pokok Islam.

Mulanya, filsuf-filsuf muslim klasik menggali karya filsafat Yunani seperti Plato, Aristoteles, Pitagoras, Demokritos dan Plotinus, yang kemudian disesuaikan dengan ajaran atau syari’ah Islam. Pada akhirnya, para filsuf Muslim membangun satu corak filsafat baru yang kini dikenal sebagai filsafat Islam. Dan karena dihasilkan dalam zaman klasik Islam, maka filsafat mereka sering disebut dengan filsafat klasik Islam.

Filsafat Islammerupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Berkembangnya ilmu filsafat di dunia Islam ini pada akhirnya telah melahirkan sejumlah filsuf terkenal dari kalangan Muslim. Mereka antara lain Al-Kindi, Ar-Razi, Al-Farabi, Ibnu Maskawaih, Ibnu Sina, Ibnu Bajjah, Ibnu Tufail, dan Ibnu Rusyd.