Bakrie Sumatera Bubarkan Usahanya di Singapura

NERACA

Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) membubarkan International Rubber Investment Pte. Ltd (IRI), anak usahanya yang berdomisili di Singapura. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan UNSP, Fitri Barnas mengatakan, dikarenakan satu dan lain hal rencana transaksi dimaksud tidak dilanjutkan dan oleh karenanya perlu dilakukan pembubaran. Dia juga menambahkan, pembubaran tersebut dilakukan sejak 27 September 2012. Hal ini diberitahukan setelah mendapatkan konfirmasi dari agent Corporate Secretary yang menangani IRI di Singapura.

IRI sendiri didirikan sebagai suatu special purpose vehicle untuk suatu rencana transaksi tertentu yang pendiriannya telah disampaikan melalui surat keterbukaan perseroan pada 15 September 2008 No 070/CS-BSP/Bapepam/2008.

Sebagai informasi, sepanjang semester I-2012 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk mencatatkan penurunan penjualan lebih dari 10%. Direktur Utama UNSP, Bambang Arya Wisena mengatakan, terjadinya penurunan harga yang signifikan secara otomatis menurunkan penjualan dan tentunya akan mengurangi laba perseroan. “Karena itu di tahun ini akan dijadikan perseroan sebagai tahun konsolidasi atau penambahan lahan baru sampai dengan akhir tahun ini,”ujarnya.

Penambahan lahan baru, lanjut dia, rencananya baru akan dilakukan tahun depan. Menurut Bambang, saat ini perseroan baru melakukan replanting. Selain itu perseroan juga berencana untuk membangun pabrik karet di tempat tersebut. “Penambahan lahan baru untuk tahun depan sekitar 500 hektar di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya saat ini menjadi lebih berhati-hati karena adanya rencana beberapa negara asia untuk mengurangi volume ekspor, di mana hal itu merupakan salah satu hasil dari pertemuan 3 negara penghasil karet alam terbesar di dunia, yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Ketiga negara sepakat akan mengurangi ekspor karet sebanyak 300 ribu ton dan melakukan peremajaan tanaman karet di masing-masing negara. Hal tersebut diklaim untuk mengatasi harga karet alam yang terus mengalami penurunan belakangan ini. (bani)

BERITA TERKAIT

Rp20 triliun Disiapkan untuk Infrastruktur Sumatera

  NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera…

Dana WNI Rp18,8 triliun Merapat ke Singapura

      NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyatakan terdapat dugaan bahwa transfer janggal nasabah…

Nilai Tukar Petani Sumatera Selatan Meningkat

Nilai Tukar Petani Sumatera Selatan Meningkat NERACA Palembang - Nilai tukar petani di Sumatera Selatan pada bulan September tercatat sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Lebih Banyak Investor Asing - BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Bursa Berjangka Belum Optimal - Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…