BEI Akui Pasar IPO Tidak Seindah Tahun Kemarin - Nilainya Baru Capai Rp 6,87 Triliun

NERACA

Jakarta – Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ditahun 2012, tidak secerah dibandingkan tahun sebelumnya. Tengok saja, selain minimnya IPO BUMN juga jumlah nilai kapitalisasi pasar saham emisi penawaran saham perdan tahun ini relatif lebih kecil dibandingkan 2011. Hingga 10 Oktober 2012, total nilai penawaran saham perdana sekitar Rp6,87 triliun.

Meskipun demikian, otoritas pasar bursa tetap meyakini pasar IPO tahun ini masih bagus. Pasalnya, saham-saham baru yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat dan ini memberikan efek positif bagi calon emiten berikutnya yang ingi IPO,”Saham IPO menguat berarti bagus dan diterima pasar,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, Kamis (11/10).

Dia menambahkan, tahun ini ada sebanyak empat perusahaan sektor transportasi yang merencanakan untuk mencatatkan sahamnya di Bursa. Perusahaan transportasi yang IPO, yakni PT Express Transindo Utama, Adi Sarana Armada dan NELY.

Menurutnya, dengan rencana kerja yang positif maka akan memberikan dampak baik pada saham perusahaan tercatat di Bursa domestik. Bahkan PT Cipaganti Citragraha sudah melakukan "mini expose" (paparan mini) terkait rencananya melakukan IPO. Rencananya, perusahaan taksi tersebut akan melepas sahamnya sebanyak satu miliar lembar saham dengan menargetkan dana IPO sebesar Rp250-300 miliar.

Kapitalisasi Saham Perdana

Menyinggung nilai IPO yang relatif kecil tahun ini, Hoesen mengakui, nilai kapitalisasi IPO masih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Kendatipun demikian, dia tetap optimis hingga akhir tahun nilainya akan terus bertambang seiring dengan makin banyaknya perusahaan yang IPO, “Saat ini di pipeline ada sekitar 13-14 calon emiten yang akan listing. Sektor yang akan melakukan penawaran saham perdana ada perkebunan, logistik, dan perkebunan,”ungkapnya.

Berdasarkan data BEI, nilai penawaran saham perdana mencapai Rp6,87 triliun pada 10 Oktober 2012 dibandingkan 2011 sekitar Rp19,59 triliun. Hingga kini, ada 18 emiten yang telah mencatatkan saham perdana di BEI termasuk relisting PT Sekar Bumi Tbk sepanjang 2012.

Sebagai informasi, BEI menargetkan 25 emiten dapat mencatatkan saham perdana pada 2012. Beberapa perusahaan pun telah melakukan paparan publik kepada manajemen direksi BEI pada kuartal keempat 2012.Perusahaan tersebut antara lain PT Pelita Cengkareng Paper akan melepas 20% saham ke publik dengan penjamin emisi yaitu PT Mandiri Sekuritas dan PT Ciptadana Securities, PT Bank Maspion melepas 11% saham ke publik dengan penjamin emisi yaitu PT Makinta Securities.

PT Wismilak Inti Makmur akan melepas 30% saham ke publik dengan penjamin emisi PT Mandiri Sekuritas, PT Spindo akan melepas 40% saham ke publik dengan penjamin emisi PT AAA Securities, dan PT Cipaganti Citragraha akan melepas 23%-25% saham ke publik dengan penjamin emisi PT Woori Korindo Securities. (lia)

BERITA TERKAIT

Tertib di Tiga Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi

Oleh: Joko Setiabudi, Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP- UI Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf…

Capaian Prestasi 3 Tahun Pembangunan Infrastruktur Jokowi

                                  Oleh: Indah Rahmawati…

Menjelang Tiga Tahun Pemerintahan Mr. Jokowi

  Oleh: Andakara Setiawan, Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP Unpad Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…