Bapepam-LK Cabut Izin Usaha Wacana Investama

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencabut izin usaha perusahaan efek sebagai perantara pedagang efek atas nama PT Wacana Investama melalui Surat Keputusan Nomor KEP-500/BL/2012 tanggal 14 September 2012.

Informasi tersebut disampaikan Bapepam-LK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Dalam surat keputusan Ketua Bapepam-LK, disebutkan pertimbangan pencabutan izin usaha itu antara lain adanya laporan hasil pemeriksaan terkait kepatuhan perusahaan efek tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kantor PT Wacana Investama tidak ditemukan, sebagian karyawan perusahaan telah menjadi karyawan PT Bhakti Securities, dan perusahaan telah menyelesaikan seluruh hak dan kewajiban kepada dan atau dari nasabah.

Selain itu PT Wacana Investama tidak memenuhi ketentuan Bapepam-LK tentang kewajiban laporan berkala oleh perusahaan efek. Perusahaan tersebut terakhir kali mengirimkan laporan kegiatan perantara pedagang efek (LKPPE) pada 12 Februari 2010 untuk laporan kegiatan yang dilakukan Januari 2010.

Perusahaan itu terakhir kali mengirimkan laporan keuangan pada 31 Maret 2009 untuk laporan keuangan tahun 2008. Perusahaan tersebut terakhir kali mengirimkan laporan akuntansi atas modal kerja disesuaikan (MKBD) tahunan pada 31 Maret 2009 untuk laporan MKBD tahunan per 31 Desember 2008.

Pertimbangan lain pencabutan izin usaha karena perusahaan itu tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perusahaan efek berdasar ketentuan Bapepam-LK karena kantor perusahaan itu tidak ditemukan. Sebelumnya PT Wacana Investama memiliki izin usaha perusahaan efek sebagai perantara pedagang efek berdasar Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-01/PM/PPE/2001 tanggal 18 Juni 2001.

Dengan dicabutnya izin usaha tersebut maka PT Wacana Investama dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perantara pedagang efek dan dilarang menggunakan nama dan logo PT Wacana Investama untuk tujuan dan kegiatan apapun selain kegiatan yang berkaitan dengan pembubaran PT Wacana Investama. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Terlibat dalam Perjanjian Kontrak - Peran Penegak Hukum Bakal Ganggu Iklim Investasi

Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman,  seperti kasus PT…

The Parc Jadi Pilihan Hunian Milenial

Memasuki 2020, wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir yang menyebabkan beberapa kawasan perumahan terendam. Namun, tidak demikian dengan The Parc…

INOV Daur Ulang 2 Miliar Sampah Botol Plastik

Sebagai produsen serat staple buatan/ Recycle Polyester Staple Fiber (re-PSF), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mencatat telah mendaur ulang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Adhi Commuter Bidik Dana IPO Rp 2,5 Triliun

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya di sektor properti yang terintegrasi dengan moda transportasi menjadi fokus utama PT Adhi Commuter Properti…

Dampak Suspensi Saham - Tiphone Mobile dan KSEI Saling Tuduh

NERACA Jakarta –Dinilai melakukan salah prosedur karena penundaan pembayaran bunga ke-4 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I…

Genjot Pertumbuhan Bisnis Gudang - Makmur Berkah Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi di sektor kawasan industri dan penyewaan gudang, PT Makmur Berkah Amanda…