Sebelum IPO, Cipaganti Targetkan Laba Rp 80 Miliar

Lepas 25% Saham Ke Publik

Jumat, 12/10/2012

NERACA

Jakarta – Tidak mau kalah dengan PT Express Trasindo Utama (Express Taksi) yang lebih dahulu melakukan penawaran saham perdana atau IPO, perusahaan jasa transportasi PT Cipaganti Citra Graha tengah disibukkan untuk IPO dan diharapkan sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK akhir Desember 2012.

Sekretaris Perusahaan PT Cipaganti Citragraha, Cece Kadarisman mengatakan, sebelum mencatatkan sahamnya di pasar modal, perseroan menargatkan menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dan pendapatan sekitar Rp700 miliar pada 2012, "Kami menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dan pendapatan sekitar Rp700 miliar pada 2012. Hingga Juni 2012, kami mencatatkan laba bersih sekitar Rp41 miliar,”katanya di Jakarta, Kamis (11/10).

Dia menuturkan, perseroan rencananya akan melepas sebanyak 23%-25% saham ke publik dengan target dana sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar. Nantinya, dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk investasi sekitar 85% dan 15% untuk menambah modal kerja, yaitu penambahan aramada 1.500 unit.

Tambah Armada

Kata Chief Commercial Officer PT Cipaganti Citragraha, Mulyadi, saat ini perseroan memiliki 3.001 unit armada. Perseroan berencana menambah 1.500 unit armada yang terdiri dari 350 unit untuk shuttle, 200 unit armada untuk rental, 900 unit armada untuk taksi, dan 50 untuk support. "Kami sedang persiapan untuk mengadakan unit taksi di Lombok,"ujarnya.

Selain itu, dia juga menambahkan, pihaknya sedang menunda ekspansi batu bara. Hal itu dikarenakan harga batu bara yang sedang lesu. Sebelumnya grup Cipaganti memiliki anak usaha di bidang pertambangan yaitu PT Cipaganti Inti Resources.

Perseroan menargetkan produksi batu bara mencapai 250 ribu ton pada 2012. Sumber produksi batu bara tersebut berasal dari empat konsensi pertambangan yang berada di blok penajam, blok Long Kali, blok Muara Jawa dan blok Batuah.

Asal tahu saja, Per Juni 2012, aset perseroan sekitar Rp1,1 triliun dan untuk pelaksanaan initial public offering (IPO) akan menggunakan laporan keuangan Juni 2012. Untuk IPO sendiri, lanjut Mulyadi, perseroan telah menunjuk PT Woori Korindo Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. "Kami mengharapkan dapat efektif pada Desember 2012 dan pencatatan saham perdana pada Januari 2013," kata Mulyadi.

Perusahaan transportasi publik ini akan melakukan ekspansi taksi ke Lombok dan Sumatra. Dana untuk penambahan armada tersebut sekitar 50% dari hasil penawaran saham perdana dan 50% dari jasa pembiayaan. (bani)