Pembangunan Kondotel Marak Di Bali - Kunjungan Wisman Tinggi

Kunjungan Wisman Tinggi

Pembangunan Kondotel Marak Di Bali

Jakarta—Kunjungan turis asing yang mencapai 2,5 juta orang ke Bali selama 2010 menjadi salah satu pertimbangan maraknya pembangunan kondominium hotel (kondotel), termasuk yang dilakukan PT Metropolitan Land (Metland) guna membangun Hotel Horison di Seminyak di Bali. “Kunjungan wisatawan manca negara ke Bali selama 2010 mencapai 2,5 juta. Ini artinya potensinya masih besar,” kata General Manager Corporate Communication Metland Wahyu Sulistio, di Jakarta, Selasa (26/4).

Menurutnya, terror bom yang baru-baru ini melanda Indonesia ternyata mempengaruhi kunjungan wisman, baik Australia, Singapura dan lainnya. Malah berdasarkan data Colliers, yang dikutip Metland tergambar, pertumbuhan kedatangan turis di Bali mencapai 7,6% dalam 5 tahun, dari 2006-2010.

Di mana jenis hotel berbintang lima menjadi favorit pengembang. "Di 2010, hotel bintang mencapai 21.666 kamar, naik 45%. Kenaikan tertinggi pada hotel bintang empat, 1,36%. “Pertumbuhan terendah pada hotel bintang tiga, 0,58%. Prospek hotel masih terbuka lebar," tambah Wahyu.

Lebih jauh kata Wahyu, proyek pembangunan Hotel Horison di Seminyak, Bali merupakan kondotel strata tittle pertama milik perseroan. Investasi kondotel ini mencapai Rp 80 miliar yang didapat dari hasil penjualan saham perdana. "Investasinya Rp 80 miliar, pendanaan dari hasil IPO (initial public offering)," jelasnya

Yang jelas lokasi hotel tersebut dinilai cukup strategis dan merupakan kawasan segitiga emas. Karena berada di Jalan Arjuna atau lebih dikenal Double Six. Rencananya pembangunan mulai dilaksanakan pada Mei 2011 dan selesai di Januari 2013. "Kami rencananya akan ada 156 unit kondotel Horison Seminyak, seluas 2.400 meter persegi, empat lantai," tambah GM Comercial and Business Development Metland Deky Dwi Sartono.

Kondotel yang akan dioperasikan oleh Horison Group ini dijual mulai dari Rp 600 juta per unit. Pihak pengembang memberikan income guarantee 24% untuk masa 3 tahun pertama sejak masa operasi. "Garansi ini akan diberikan kepada masing-masing pemilik kondotel, sekaligus 3 tahun dimuka pada serah terima unit kondotel," katanya.

Sementara itu, Project Marketing & Investment Consultant, Tony Eddy. Mengatakan pembangunan kondotel strata tittle terus menggeliat di Bali. Alasanya Bali masih sebagai area tujuan wisata utama di Indonesia. Tercatat, akan hadir 15 kondotel strata tittle di Pulau Dewata dengan total investasi Rp 1,5 triliun. "Yang masuk daftar sekitar 15 kondotel, nilainya masing-masing Rp 100 miliar secara rata-rata," ucapnya.

Tony menjelaskan, pangsa pasar kondotel memang tengah menjadi tren di Bali. Pembangunan ini sekaligus menjadi alternatif investasi, yang terasa jenuh akan pembelian pada unit kondominium apartemen. "Ini lagi tren di Bali. Ini sebagai solusi cash flow, karena bisa dicicil," tuturnya.

Lebih kata Tony, pembangunan condotel di Bali juga tidak selalu mulus. Tercatat ada 6-8 proyek yang terhenti atau mangkrak akibat tidak becusnya developer dalam membangun hotel berstatus hak milik ini. "Ada yang tersendat, karena developer nggak membangun serius," pungkasnya. **cahyo

Related posts