BEI : Tingkatkan Jumlah Investor Dari Tren Online Trading

Kamis, 11/10/2012

NERACA

Jakarta – Meningkatnya tren transaksi online trading yang di fasilitasi perusahaan efek, disambut positif PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan kehadiran layanan perdagangan saham melalui internet (online trading), diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor di pasar modal.

Direktur Perdagangan BEI Samsul Hidayat mengatakan, dengan adanya sistem perdagangan melalui "online" diharapkan ke depannya dapat mendorong jumlah investor saham domestik, “Online trading' merupakan revolusi mekanisme perdagangan di bursa efek dalam negeri. Dengan implementasi 'online trading' diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan investor,”katanya di Jakarta, Rabu (10/10).

Dia menambahkan, hingga kini ada 61 anggota bursa yang telah memiliki layanan "online trading". Dengan layanan itu diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan transaksi dalam perdagangan saham.

Sementara Direktur PT Sucorinvest Central Gani, Yuliawaty menambahkan, perusahaan akan menggenjot nasabah ritel untuk bertransaksi saham di pasar modal dengan mengembangkan layanan "online trading" dan penambahan cabang.

Saat ini jumlah nasabah Sucorinvest Central Gani mencapai 2.300 nasabah. Hingga akhir 2012, jumlah nasabah diharapkan dapat mencapai 3.000 nasabah. Sementara untuk tahun berikutnya diharapkan ada pertumbuhan 1.500 nasabah baru. "Perseroan sedang fokus ke ritel. Strategi yang kami lakukan dengan penambahan cabang dan online trading,"katanya.

Dia mengemukakan, pihaknya telah berinvestasi sekitar Rp10 miliar untuk mengembangkan teknologi informasi. Dana yang telah direalisasikan untuk online trading itu mencapai Rp3 miliar. Diharapkan, kontribusi 'online trading sekitar 30% dari total rata-rata transaksi harian sekitar Rp50 miliar.

Selain itu, Yuliawaty juga menuturkan, perusahaan telah memiliki satu kantor utama dan empat cabang. Pihaknya akan menambah cabang menjadi 20 cabang pada 2014 di seluruh Indonesia. Sementara total dana kelolaan Sucorinvest Asset Management sampai dengan saat ini tercatat ada sebesar Rp 2,37 triliun, atau meningkat Rp 500 miliar dari tahun lalu yang berada di angka Rp 1,8 Triliun. Target hingga akhir tahun dana kelolaan mencapai Rp 2,4 Triliun. Sementara untuk jumlah pemegang reksadana total sudah 600 lebih, meningkat pesat dari tahun lalu yang hanya 100 hingga 150 nasabah. (lia)