Sucorinvest Targetkan Dana Kelola Rp 150 Miliar - Reksa dana Government Bond Fund

NERACA

Jakarta - PT Sucorinvest Asset Management menargetkan dana kelola sebesar Rp150 miliar dengan menerbitkan produk reksa dana terbarunya, yaitu Goverment Bond Fund pada kuartal akhir tahun ini, “Kami memilih government bond karena selama ini masyarakat agak was-was. Diharapkan masyarakat percaya dan bisa mulai mencoba yang namanya reksadana, target dana kelola dari produk ini diperkirakan bisa mencapai Rp150 miliar di akhir tahun 2013,”kata Direktur Sucorinvest Asset Management, Christian Hermawan di Jakarta, Rabu (10/10).

Produk ini, lanjut Christian akan ditempatkan pada surat utang negara sebesar 50% dan obligasi korporasi BUMN serta sisanya merupakan dana cash. Menurutnya, surat utang pemerintah memiliki kestabilan dan resiko kecil untuk gagal bayar.

Demikian juga BUMN yang mengeluarkan obligasi lebih dipercaya pasar daripada perusahaan nonpemerintah. “SUN yang dipilih merupakan SUN yang likuid dari yang likuid seperti seri 58, untuk mendapatkan yield ekstra.” ujarnya.

Sementara untuk imbal hasil dari produk terbarunya tersebut, Christian mengungkapkan Sucorinvest Asset management menawarkan imbal hasil (return) kepada investor sebesar 6-7%. Saat ini, Sucorinvest kata dia sudah memiliki 5 produk reksa dana di mana dua produk merupakan produk baru di tahun ini, yaitu reksa dana terproteksi dan reksadana saham.

Jumlah Nasabah

Saat ini total jumlah nasabah PT Sucorinvest sekitar 2.500, sedangkan untuk nasabah organik ada 2.300 dan penambahan nasabah sebanyak 200 nasabah yang berasal dari online trading. Untuk tahun depan, perseroan menargetkan penambahan nasabah sekitar 1.500 nasabah.

Christian menjelaskan, pihaknya memiliki strategi memilih saham-saham yang harganya konsisten. Tidak hanya sektor dan industri yang bagus, tapi juga saham yang berpotensi bagus dan memiliki kinerja serta fundamental yang dinilai berpotensi bagus untuk jangka panjang.

Karena itu, lanjut Christian, pihaknya melakukan kunjungan ke perusahaan bersangkutan untuk memastikan good corporate governance dari perusahaan tersebut. “Kita tidak hanya melihat dari laporan keuangan. Ketika sudah benar dan bagus baru dibeli sahamnya,” ujarnya.

Dia menuturkan keuntungan dari reksa dana ini adalah menawarkan harga yang lebih murah dan dengan membeli satu unit reksa dana, nasabah hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp 250.000. “Coba bandingkaan jika membeli obligasi minimal kan harus 500 juta rupiah. Begitu juga dengan ORI. Dengan reksadana hanya dengan Rp 250 ribu dan pajaknya juga tidak ada sehingga reksadana cukup menguntungkan bagi nasabah,”ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…