IHSG Berupaya Keluar Dari Tekanan Sentimen Global

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore ditutup melemah tipis sekali 0,240 poin (0,01%) ke 4.280,010 setelah pada penutupan hari sebelumnya yang bertengger di 4.280,250. Sektor pertambangan paling banyak terkena imbas bursa global disamping sektor konstruksi dan keuangan.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis menyusul sentimen negatif dari penurunan outlook ekonomi global oleh lembaga dana moneter internasioal (IMF), “Penurunan outlook ekonomi dunia oleh IMF memberikan sentimen negatif terhadap indeks BEI,”katanya di Jakarta, Rabu (10/10).

Dia menambahkan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya 3,3% atau turun dari perkirakaan awal yang 3,5%, atau yang terendah sejak resesi 2009. Sedangkan untuk tahun depan sebesar 3,6% turun dari 3,9%.

Kata Purwoko, pertemuan Kanselir Jerman dengan Perdana Menteri Yunani juga gagal menghasilkan keputusan terkait kesepakatan tentang bantuan berikutnya untuk Yunani. Selain itu, antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi pada kuartal ketiga 2012 diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009.

Berikutnya, dia memperkirakan IHSG Kamis diproyeksikan akan bergerak dengan kecenderungan menguat 4.235-4.280 poin. “Kami melihat peluang untuk 'selective buy' pada saham unggulan masih kuat,”katanya.

Transaksi perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 160.131 kali pada volume 3,859 miliar lembar saham senilai Rp 4,140 triliun. Sebanyak 81 saham naik, sisanya 140 saham turun dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 ke Rp 51.600, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 20.750, dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.750. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan Resources (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 11.000, (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 41.350 dan Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 21.950.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI terkoreksi 1,38 poin (0,03%) menjadi 4.278,86, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun 0,57 poin (0,1%) menjadi 741,15. Menurut analis Trust Securities, Reza Priyambada, indeks bergerak melemah seiring sentimen negatif koreksi bursa regional dan penurunan harga logam dunia memberi imbas pada IHSG.

Tercatat sektor saham yang mengalami koreksi dipimpin sektor properti sebesar 0,8%, aneka industri 0,7% dan keuangan 5%. Sedangkan sektor saham yang mengalami kenaikan antara lain perkebunan dan industri dasar masing-masing sebesar 0,9%, infrastruktur 0,6% serta konsumer 0,2%.

Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 91.694 kali pada volume 1,96 miliar lembar saham sebesar Rp2,04 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 126 saham turun dan sisanya 92 saham tidak bergerak.

Untuk saham yang mengalami penurunan di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melemah Rp200 menjadi Rp19.500, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk merosot Rp150 menjadi Rp5.200 dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp100 menjadi Rp8.000.

Sementara saham yang mengalami kenaikan antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang menanjak Rp700 menjadi Rp50.600, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menguat Rp300 menjadi Rp20.750 dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp250 menjadi Rp20.650.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 17,10 poin atau 0,40% ke posisi 4.263,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,36 poin (0,59%) ke level 737,37, “Mayoritas bursa Asia dibuka melemah termasuk IHSG BEI seiring koreksi di bursa AS," kata analis Samuel Sekuritas Sally Agustina.

Dia mengatakan, melemahnya bursa global salah satunya didorong dari efek perlambatan ekonomi China yang mulai terlihat dari penurunan proyeksi konsumsi aluminium global oleh Alcoa Inc.

Dirinya memperkirakan beberapa saham sektor perbankan dan konsumer diperkirakan mengalami tekanan 'profit taking' setelah mengalami penguatan pada hari sebelumnya dengan level "support" indeks BEI berada di 4.250 poin.

Tercatat diawal perdagangan, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 104,24 poin (0,50%) ke level 20.833,04, indeks Nikkei-225 turun 148,74 poin (1,70%) ke level 8.620,92, dan Straits Times melemah 23,02 poin (0,78%) ke level 3.042,33. (bani)

BERITA TERKAIT

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Dari Semarang Ke Banjarmasin dan Palembang - Citilink Buka Rute Penerbangan

NERACA Jakarta -Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali membuka dua rute penerbangan langsung Semarang - Palembang dan Semarang -…

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…