MedcoEnergi Akan Pasok Kebutuhan Domestik

Permintaan Gas Meningkat

Kamis, 11/10/2012

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan akan permintaan pengguna gas industri setiap tahunnya meningkat 6%-8% hingga tahun 2020, namun perlu menjamin suplai gas bagi industri yang kesulitan energi dan jangan sekadar omongan belaka. Kepastian berapa besaran suplai gas yang akan diterima industri adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.

PT Medco Energi Internasional Tbk, melalui anak perusahaannya PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) dan PT Medco E&P Simenggaris terus meningkatkan perannya sebagai perusahaan minyak dan gas bumi (migas) nasional yang mendukung penyediaan gas bagi kebutuhan domestik. Presiden Direktur & CEO MedcoEnergi Lukman Mahfoedz menegaskan, komitmen MedcoEnergi yang kuat dalam memasok gas untuk kebutuhan domestik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik.

“Dengan harga gas dan juga kenaikan harga gas yang telah disepakati. Hal ini dibutuhkan untuk menjaga tingkat keekonomian pengembangan proyek gas serta juga pengoperasian lapangan gas bumi kami,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (10/10).

Hal tersebut ditunjukkan dengan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Simenggaris (JOB P-MEPS) yang terdiri dari PT Medco E&P Simenggaris, PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris, dan Salamander Energy Simenggaris Limited dengan Perusahaan Daerah Nusa Serambi Persada (Perusda NSP), dan juga Penandatangan Amandemen PJBG antara Medco E&P dengan PT Perusahaan Listrik Negara pada acara Gas Information Exchange in the Western Pacific Area (GASEX) 2012, Selasa (9/10).

Penandatanganan PJBG dengan Perusda NSP, diwakili oleh JOB P-MEPS sebagai operator di wilayah kerja untuk melaksanakan operasi migas di Blok PSC Simenggaris, Kalimantan Timur. Gas, yang rencananya siap dialirkan pada kuartal ketiga tahun 2013 oleh JOB P-MEPS, akan diubah ke dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) terlebih dahulu oleh Perusda NSP, lalu digunakan sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan kelistrikan di Kabupaten Nunukan dan kabupaten/kotamadya lain di sekitarnya yang berada di wilayah Kalimantan Timur bagian utara dengan pasokan harian sebesar 5 mmscfd selama 11 tahun dari tahun 2013- 2024.

“Harga gas yang disetujui adalah US$5,2 per mmbtu dengan eskalasi 3% per tahun. Harga tersebut diperkirakan akan memberikan total pemasukan bagi Pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sekitar US$129 juta,” ujar Lukman. Selain itu, MedcoEnergi juga melakukan Penandatanganan Amandemen ke-4 PJBG dengan PT PLN.

Seluruh gas yang disalurkan MedcoEnergi sepenuhnya akan digunakan sebagai bahan bakar bagi PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Borang milik PT PLN guna memenuhi kebutuhan listrik di kota Palembang, Sumatera Selatan. Dalam Amandemen PJBG ini, dilakukan penyesuaian harga untuk Gas Make Up, yang semula harga gas berlaku pada US$2.55 per mmbtu, diubah menjadi di kisaran US$4.7 – US$6 per mmbtu.

“Dalam Amandemen PJBG ini juga disepakati penyesuaian harga gas akan menjadi US$6 mmbtu mulai bulan Juni 2013. Penyesuaian harga gas tersebut diperkirakan akan memberikan tambahan pendapatan kotor (gross revenues) sekitar US$39 juta bagi pemerintah dan KKKS,” jelas Lukman.