Aturan Kepemilikan Saham Picu Bank Syariah Gagas IPO

Tingkatkan Likuiditas di Pasar Modal

Rabu, 10/10/2012

NERACA

Jakarta– Seruan Bank Indonesia (BI) agar industri perbankan syariah bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal guna meningkatkan likuiditas permodalan, rupanya direspon positif para pelaku perbankan. Pasalnya, menyusul rencana PT Bank Mandiri Syariah (BSM) yang bakal IPO ditahun 2014 juga bakal di ikuti PT Bank BRI Syariah yang bakal IPO di tahun yang sama.

Direktur Utama BRI Syariah Hadi Susanto mengatakan, pihaknya tidak mau ketinggalan dengan bank syariah lain yang berencana mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyatakan siap melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham pada 2014, “Memang dalam RBB (rencana bisnis bank) kami itu untuk IPO (initial public offering) pada 2014,”katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, target raihan dana dari IPO tersebut masih tergantung oleh kebutuhan modal yang ingin dicapai BRI Syariah. Saat ini modal dasar perseroan mencapai Rp1 triliun dan masih berencana meminta suntikan modal kepada induk usaha, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu pernah bilang, sudah saatnya perbankan syariah go public agar dapat meningkatkan modal dasar perusahaan.

Hal ini pun terkait dengan rencana masuknya dana haji ke perbankan syariah. Dana haji yang nilainya cukup besar selama ini menjadi kendala jika harus ditaruh di bank syariah yang dinilai kurang memiliki kecukupan modal, “Maka seharusnya bank syariah itu didorong untuk IPO agar permodalannya kuat,”jelasnya.

Asal tahu saja, saat ini tengah diramaikan perbankan syariah yang bakal go public. Sebut saja ada Bank Muamalat yang berencana menggelar penawaran umum saham perdananya pada semester satu 2013 mendatang. Sementara BSM yang saat ini sedang memulai tahap awal untuk melaksanakan IPO, menargetkan dapat go public di 2014.

Ikuti Aturan BI

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, pihanya bersiap melakukan IPO anak usahanya Bank Mandiri Syariah (BSM) dan termasuk Bank Sinar Harapan Bali (BSHB), “Nantinya dengan IPO BSM dan BSHB akan mendapatkan pengaruh positif dalam penambahan modal tanpa bergantung dari Bank Mandiri, “ujarnya.

Menurutnya, rencana lebih lanjut mengenai IPO kedua anak usahanya ini masih akan mengkajinya lebih dalam pada tahun 2013 nanti. Pasalnya, perseroan masih akan melihat kondisi tahun depan apakah anak usaha sudah bisa dilepas dan butuh modal yang tidak bisa dipenuhi oleh Mandiri.

Kata Zulkifli, bila Mandiri tumbuh tentunya anak usahanya juga bakal tumbuh, sehingga kecukupan modal (CAR) akan turun cepat untuk menyuntik modal anak usaha. Maka dengan begitu, mau tidak mau perseroan harus mengizinkan mereka go public, “Namun yang pasti bukan tahun ini, karena masih punya modal Rp 67 triliun untuk mendukung mereka,”ungkapnya.

Selain itu, dia juga menuturkan, IPO anak usaha juga dilakukan terkait peraturan Bank Indonesia (PBI) terbaru mengenai pembatasan kepemilikan saham bank umum yang dikeluarkan 13 Juli 2012 lalu. Berdasarkan PBI No. 14 tentang kepemilikan saham itu, kata Zulkifli, sebenarnya kepemilikan saham mayoritas Mandiri di Bank Syariah Mandiri dan Bank Sinar Harapan Bali masih bisa dipertahankan selama good corporate governance (GCG) masih di peringkat satu atau dua. Lebih lanjut, dia menuturkan, rencana IPO BSM akan dilakukan di awal tahun 2014. Nantinya saham yang akan dilepas ke pasar minimal 20%.

Sebaliknya, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) belum berencana melepas anak usahanya di bisnis syariah lewat IPO. Wakil Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk James Rompas mengatakan, dirinya tidak memiliki rencana untuk memisahkan bisnis syariahnya sehingga pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO) tidak akan dilakukan, “Kalau di kami bisnis syariah menyatu di bank induk. Konsepnya 'dual banking', jadi tidak mungkin IPO karena perusahaannya satu,"jelasnya. (bani)