BUMI Bantah Negosiasi Dengan Grup Sampoerna

Jual 50% Saham Fajar Bumi Sakti

Rabu, 10/10/2012

NERACA

Jakarta – Belum juga usai kasus dugaan penyimpangan laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang dituduhkan induk usahanya Bumi Plc, kini terhembus kabar baru bahwa bisnis grup Bakrie ini tengah melakukan negosiasi penjualan aset BUMI sebesar 50% kepada grup Sampoerna dengan menjual anak usahanya.

Merespon kabar tersebut, direktur BUMI Dileep Srivastava membantah langsung soal rencana BUMI menjual anak usahanya PT Fajar Bumi Sakti kepada grup Sampoerna,”Ada spekulasi. Jika memang ada keterbukaan penjualan aset atau asset monetization kami akan memberikan keterbukaan informasi sesuai aturan,"katanya di Jakarta, Selasa (9/10).

Kemudian untuk mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal mengirimkan surat kepada manajemen BUMI. Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, rumor tersebut akan di follow up dan akan ditanyakan. Namun, pihak bursa mengaku belum menerima kabar tersebut. "Bila memang mau membeli ya boleh-boleh saja, jual beli perusahaan boleh bukan hanya terjadi di BUMI kan. Emiten lain, perusahaan-perusahaan kan juga ada yang melakukan spin off kalau dia akuisisi. Itu kan aksi korporasi yang wajar,”ujarnya.

Dia menambahkan, yang harus kita uji sebenarnya itu jual beli perusahaan menguntungkan atau merugikan. Pasalnya, bila rugi akan memberikan dampak bagi para pemegang sahamnya. Asal tahu saja, kabar BUMI melakukan negosiasi penjualan anak usahanya ke grup Sampoerna dilansir oleh media asing yang menyebutkan, kalau grup Sampoerna tengah melakukan negoisasi untuk membeli aset PT Bumi Resources Tbk. Sampoerna ingin membeli 50% saham PT Fajar Bumi Sakti dan tujuan manajemen PT Bumi Resources Tbk menjual anak usahanya untuk membiayai pengurangan utang perseroan.

Selain itu, Hoesen juga menjelaskan, pihanya pada awal pekan kemarin telah mengirimkan surat BEI ke BUMI terkait penjelasan yang telah disampaikan BUMI kepada para investornya, “Kami kirim surat kepada PT Bumi Resources Tbk kemarin terkait hasil penyelenggaran paparan publiknya. Kalau dilihat benar tidak BUMI meminta kepastian terhadap Bumi Plc,”tuturnya.

Kata Hoesen, pihaknya memberikan batas waktu hingga akhir pekan ini agar manajemen BUMI dapat membalas surat yang disampaikan oleh BEI.

Belum Suspensi

Hoesen juga menegaskan, pihaknya belum melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham BUMI. Terutama karena pergerakan saham BUMI yang masih stabil, “Belum disuspen. Pergerakan sahamnya masih stabil dan tidak volatile. Kalau dulu pergerakan sahamnya bergerak volatile. Saat ini tidak terlalu signifikan,"tandasnya.

Sebelumnya, Bumi Plc mengungkapkan fakta baru yang akan menerima laporan awal atas investigasi yang dilakukannya atas dugaan penyelewengan dana di anak usahanya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Seperti dilansir dari telegraph.co.uk, Senin (8/10), rencananya laporan tersebut akan diterima pada pekan ini dan nantinya, pertemuan tersebut akan dihadiri oleh 17 jajaran manajemen.

Menurut pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila Agus S Irfani, kondisi ini akan menjadi langkah awal upaya Rosthchild melucuti kepemilikan grup Bakrie di Bumi Plc. Lebih jauh lagi dia memaparkan, Wakil Ketua Bumi Plc, Julian Horn Smith yang berkeinginan membersihkan kinerja perusahaan setelah seorang whistleblower membeberkan dugaan pelanggaran keuangan di Bumi Resources, “Kalau benar Bakrie melakukan pelanggaran keuangan, saham Bakrie bisa saja terdelusi. Pasalnya dalam pertemuan tersebut akan dibahas juga mengenai rencana perombakan perjanjian antara manajemen termasuk di dalamnya melucuti kewenangan keluarga Bakrie di Bumi Plc,”tuturnya. (bani)