Hutama Karya Realty Targetkan IPO Lima Tahun Mendatang

NERACA

Jakarta – Meskipun belum mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Hutama Karya tetap mempunyai agenda untuk mendorong anak usahanya PT Hutama Karya Realty melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Sektretaris perusahaan Hutama Karya, Ary Widiantoro mengatakan, rencana Hutama Karya Realty IPO akan dilakukan lima tahun mendatang, “Hutama Karya Realty layak untuk IPO karena performance kinerja cukup baikn dan tahun ini perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 300 miliar, “katanya di Jakarta kemarin.

Dia juga mengungkapkan, HK Realty dalam lima tahun ke depan akan memiliki omset bisa mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Menurutnya, HK Realty baru beroperasi dua tahun ini dan bisnis bisnis 'realty' padat modal sehingga dibutuhkan proyek-proyek untuk meningkatkan performa perseroan

Sementara Hutama Karya menargetkan kontrak baru sepanjang tahun ini berkisar Rp8,1-9 triliun. Hingga September, kontrak baru yang telah diperoleh sebesar Rp5,6 triliun. Kontrak baru ini berasal dari proyek pembangunan atau duplikasi jembatan Air Musi II Palembang, jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai Benoa Bali, Alila Villas Bintan serta jalan Tol Mojokerto-Kertosono Tahap I dan II, "Sampai saat ini, kami sudah mengantongi proyek senilai Rp10,4 triliun dari target setahun Rp13 triliun," ujar Ary.

Kontrak senilai Rp10,4 triliun tersebut terdiri atas kontrak baru sebesar Rp5,6 triliun dan kontrak tahun lalu yang dialihkan pada tahun ini (carry over) sebesar Rp4,8 triliun. Mayoritas kontrak yang diperoleh perseroan berasal dari BUMN dan pemerintah, sedangkan sisanya proyek swasta.

Sebelumnya, perseroan juga meraih fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp3,95 triliun. Pinjaman tersebut nantinya akan digunakan, untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, mendapatkan garansi bank, hingga penerbitan letter of credit (LC) untuk mendukung pendanaan proyek 2012.

Sepanjang 2012, Hutama Karya mencatat nilai proyek yang perlu didanai mencapai Rp13,02 triliiun, yang sebagian diperoleh dari perbankan. BNI sendiri mengucurkan satu paket skema kredit, di mana tahap pertama adalah Fasilitas Cash Loan (modal kerja) sebesar Rp500 miliar, dan yang kedua adalah Non Cash Loan sebesar Rp3,45 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

Tertib di Tiga Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi

Oleh: Joko Setiabudi, Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP- UI Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…