Danareksa Raih Peringkat A Untuk Obligasi Rp 1 Triliun

Rabu, 10/10/2012

NERACA

Jakarta -Rencana PT Danareksa Persero menerbitkan obligasi berkelanjutan senilia Rp 1 triliun, telah memperoleh peringkat A dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Saat ini, rencana penerbitan obligasi tengah diproses di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), “Kita barusan dapat 'rating' A, "rate'-nya sudah dapat," kata Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia juga mengungkapkan, tahap pertama perseroan akan mengeluarkan obligasi sebesar Rp500 miliar pada Desember 2012. Dana hasil penerbitan obligasi ini untuk membayar kembali utang (refinancing). Sisanya akan diterbitkan tahun depan.

Untuk tenor dari obligasi tersebut, dia mengharapkan "single digit". Danareksa Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Selain itu, perseroan tidak dapat bergantung pada pinjaman jangka pendek. Oleh sebab itu, perseroan harus mengatur dana perusahaannya serta memiliki pendanaan jangka panjang bila sewaktu-waktu terjadi krisis.

Obligasi ini juga rencananya ditawari ke investor asing. Namun, biasanya obligasi tersebut sudah terserap di pasar domestik karena Danareksa memiliki investor lokal. Perseroan juga telah melakukan "roadshow" di domestik.

Kata Edgar, perseroan tengah memperkuat anak perusahaan seperti Danareksa Sekuritas serta Danareksa Investment Management, begitu juga dengan Danareksa Capital. "Danareksa Capital yang 'private equity' yang kita investasi langsung, di mana bisnis model ke depannya juga baik," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, obligasi Danareksa belum memiliki kisaran kupon. Oleh karena itu, pembahasan ini masih akan dibicarakan lebih lanjut dan berharap kupon tersebut berada di angka minimal. "Maunya sih single digit tapi masih belum pasti. Rating baru keluar kemarin. Underwriter-nya Danareksa sendiri," kata Menteri.

Dia melanjutkan, penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar ini merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan sebesar Rp1 triliun. "Tahun ini baru refinancing 500 miliar. Rp500 miliar lagi tahun depan kalau tidak ada kebutuhan," jelas dia. (bani)