Danareksa Raih Peringkat A Untuk Obligasi Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta -Rencana PT Danareksa Persero menerbitkan obligasi berkelanjutan senilia Rp 1 triliun, telah memperoleh peringkat A dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Saat ini, rencana penerbitan obligasi tengah diproses di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), “Kita barusan dapat 'rating' A, "rate'-nya sudah dapat," kata Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia juga mengungkapkan, tahap pertama perseroan akan mengeluarkan obligasi sebesar Rp500 miliar pada Desember 2012. Dana hasil penerbitan obligasi ini untuk membayar kembali utang (refinancing). Sisanya akan diterbitkan tahun depan.

Untuk tenor dari obligasi tersebut, dia mengharapkan "single digit". Danareksa Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Selain itu, perseroan tidak dapat bergantung pada pinjaman jangka pendek. Oleh sebab itu, perseroan harus mengatur dana perusahaannya serta memiliki pendanaan jangka panjang bila sewaktu-waktu terjadi krisis.

Obligasi ini juga rencananya ditawari ke investor asing. Namun, biasanya obligasi tersebut sudah terserap di pasar domestik karena Danareksa memiliki investor lokal. Perseroan juga telah melakukan "roadshow" di domestik.

Kata Edgar, perseroan tengah memperkuat anak perusahaan seperti Danareksa Sekuritas serta Danareksa Investment Management, begitu juga dengan Danareksa Capital. "Danareksa Capital yang 'private equity' yang kita investasi langsung, di mana bisnis model ke depannya juga baik," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, obligasi Danareksa belum memiliki kisaran kupon. Oleh karena itu, pembahasan ini masih akan dibicarakan lebih lanjut dan berharap kupon tersebut berada di angka minimal. "Maunya sih single digit tapi masih belum pasti. Rating baru keluar kemarin. Underwriter-nya Danareksa sendiri," kata Menteri.

Dia melanjutkan, penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar ini merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan sebesar Rp1 triliun. "Tahun ini baru refinancing 500 miliar. Rp500 miliar lagi tahun depan kalau tidak ada kebutuhan," jelas dia. (bani)

BERITA TERKAIT

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI NERACA Jakarta – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)…

Disdukcapil Kota Sukabumi Raih Penghargaan WBK

Disdukcapil Kota Sukabumi Raih Penghargaan WBK NERACA Sukabumi - Kota Sukabumi kembali menoreh prestasi untuk kesekian kalinya. Kali ini, prestasi…

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…