Waspadai Ambil Untung, IHSG Balik Arah Terkoreksi

Rabu, 10/10/2012

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ditutup menguat 12,015 poin (0,28%) ke level 4.280,250. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,689 poin (0,36%) ke level 741,723. Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Selasa dipicu aksi beli selektif di investor terhadap saham-saham lapis dua.

Ditambah lagi, rencana pemerintah China memberikan tambahan stimulus membuat investor bersemangat. Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, IHSG Selasa ini ditutup 'rebound' setelah turun cukup tajam pada hari sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan indeks BEI terpantau dibayangi oleh tekanan jual menyusul proyeksi Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi negara Asia Timur yang hanya 7,2% atau terendah dalam 11 tahun terakhir. Selain itu, lanjut dia, pasar saham juga masih menanti hasil pertemuan menteri-menteri negara Eropa, serta pengumuman laporan keuangan emiten di AS.

Purwoko memperkirakan, indeks BEI diproyeksikan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada Rabu (10/10) di kisaran 4.255-4.292 poin. Namun, disisi lain masih ada peluang untuk melakukan "buy on weakness" pada saham sektor semen, konsumer dan properti.

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung juga sempat terjadi di saham-saham unggulan setelah sempat naik tinggi siang tadi. Alhasil, laju penguatan indeks sempat terhambat dan sedikit melambat. Indeks dapat semangat dari penguatan sebagian bursa-bursa regional.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 140.439 kali pada volume 3,426 miliar lembar saham senilai Rp 4,235 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 106 saham stagnan. Tercatat bursa saham China dan Hong Kong berhasil ditutup di zona hijau menyusul rencana tambahan stimulus dari pemerintah China untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, pasar saham Jepang dan Singapura terjebak di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 49.900, J Resources (PSAB) naik Rp 500 ke Rp 5.750, Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 10.100, dan Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 20.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 20.400, ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) turun Rp 180 ke Rp 1.040, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.800.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 20,542 poin (0,48%) ke level 4.288,777. Sementara Indeks LQ45 naik 3,650 poin (0,49%) ke level742,684. Meski bergerak tidak terlalu kencang, indeks berhasil menghindari zona merah pada perdagangan hari ini. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 4.293,366.

Sembilan sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin sektor aneka industri yang menguat hampir 2%. Satu sektor kena aksi ambil untung, yaitu sektor agrikultur. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.616 kali pada volume 1,586 miliar lembar saham senilai Rp 1,911 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 49.600, J Resources (PSAB) naik Rp 550 ke Rp 5.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 10.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 41.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 200 ke Rp 6.700, Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 5.250, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 20.450.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,51 poin atau 0,11% ke posisi 4.272,74. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,15 poin (0,16%) ke level 746,18, “Investor di pasar saham kembali mengambil posisi beli setelah melakukan 'profit taking' (ambil untung) pada perdagangan sebelumnya. Menguatnya bursa regional turut mendorong indeks BEI Selasa pagi," kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin.

Meski demikian, kata dia, pergerakan IHSG BEI setelah mencatatkan poin tertingginya akan dibayangi pelemahan, dengan begitu penguatan indeks BEI diperkirakan terbatas. Oleh karena itu, dia sempat memperkirakan indeks BEI pada perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kisaran terbatas. Indeks BEI juga cenderung mengikuti pergerakan bursa saham regional.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, pada perdagangan Selasa ini, secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak "mixed" di kisaran 4.230-4.315 poin, “Pertemuan antara menteri-menteri keuangan zona Euro terutama pembahasan masalah Spanyol menjadi perhatian investor dan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI," ucap dia.

Terpantau, bursa regional Selasa diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 255,76 poin (1,23%) ke level 21.080,32, indeks Nikkei-225 turun 31,99 poin (0,36%) ke level 8.831,31, dan Straits Times menguat 5,30 poin (0,14%) ke level 3.079,97. (bani)