Aplikasi Games Edutainment

Membentuk Anak Lebih Kreatif

Sabtu, 13/10/2012

NERACA

Video games adalah cara yang hebat untuk membuat anak belajar sekaligus merasakan kesenangan. Aplikasi game yang bersifat edukasional dapat membantu perkembangan anak di luar maupun dalam lingkungan sekolah.

Games memberikan ruang kepada anak untuk berkreatif. Ada faktor kesinambungan sebagai hasil dari tasks yang disimulasikan melalui konten-konten video games. Pengetahuan dikembangkan melalui konten pada games, dan keterampilan dikembangkan sebagai hasil dari playing the game.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi bernama Dr. David Lewis, ditemukan bahwa siswa dapat belajar lebih efektif apabila materi atau informasi itu disajikan dalam bentuk audiovisual melalui video game kemudian dikomparasikan pada fakta-fakta yang ada dalam buku.

Sedangkan berdasarkan hasil research yang dilakukan oleh kelompok Teachers Evaluating Educational Multimedia (TEEM). Dengan mengamati kebiasaan 700 anak-anak berusia 7-16 tahun, menemukan bahwa simulasi dan permainan petualangan seperti Sim City and Roller Coaster Tycoon dapat mengembangkan strategi berpikir dan skil-skil perencanaan.

TEEM menyimpulkan, banyak keterampilan-keterampilan yang bernilai kesuksesan dalam game play. Guru dan orang tua siswa mengetahui hal ini dan hanya terealisasi apabila dalam konteks sekolah. Oleh karena itu mereka harus terlibat dalam membahas atau mendiskusikan hal-hal yang dapat mengembangkan keterampilan siswa yang dikemas dalam bentuk games dan dituangkan ke dalam kurikulum sekolah.

Namun, sebagian besar aplikasi games edutainment berbasis proprietary masih menjadi barang mewah. Harga aplikasi edutainment itu bisa mencapai Rp 5-10 juta. Pun demikian, dengan menggunakan sistem operasi dan aplikasi komputer berbasis sumber terbuka (open source), sejumlah aplikasi seperti Childsplay, Tux Math, Tux Typing, dan Tux Paint dapat diperoleh secara gratis.

Childsplay bisa mendukung anak untuk menggunakan komputer sekaligus mengajari mereka sedikit matematika, huruf dari abjad, ejaan, dan koordinasi mata-tangan.Tux Paint banyak digunakan sekolah-sekolah untuk kegiatan menggambar dengan komputer. Tux Paint menggabungkan antarmuka yang mudah digunakan, efek suara menyenangkan, dan maskot kartun lucu yang memandu mereka saat menggunakan program ini.

TuxMath merupakan game arcade yang membantu anak-anak berlatih matematika. TuxMath bisa digunakan secara perorangan dan kelompok sehingga belajar matematika menjadi efektif dan menyenangkan. Sedangkan TuxTyping adalah aplikasi edukasi untuk belajar mengetik bagi anak-anak yang dibintangi Tux, penguin Linux. Melalui TuxTyping, anak dapat berlatih mengetik sembari bermain.

Semua aplikasi di atas bisa didapatkan secara gratis dalam paket BlankOn Linux. Aplikasi-aplikasi itu tergolong mudah digunakan dan menyediakan berbagai pilihan bahasa. Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa mengubah atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan berhubung kode sumbernya bersifat terbuka.