Mengenal Tugu: Kampung Asal Keroncong

Sabtu, 13/10/2012

NERACA

Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dari mana asal lagu keroncong. Musik keroncong adalah musik asli Indonesia, dan bukan dari Portugis.

Kampung Tuguadalah wilayah di pinggirBataviayang diperuntukan oleh pemerintah Hindia Belanda bagi paraMardijkersyang telah dibebaskan dari tawanan perang. Saat ini daerah Kampung Tugu termasuk dalam wilayah KecamatanKoja, Jakarta Utara.

Di kampung itu berdiam masyarakat Tugu. Mereka adalah keturunan Portugis yang mulai menghuni Kampung Tugu sejak 1661.

Keberadaan kampung Tugu tidak dapat dipisahkan oleh peranMelchior Leydekker, doktor dalam ilmu kedokteran dan teologia yang datang ke Hindia Belanda pada tahun1675untuk ditempatkan di Batavia, sebagai menantu dariGubernur JenderalAbraham van Riebeeck, yang berkuasa diHindia Belandapada tahun1709–1713, ia memperoleh sebidang tanah di wilayah Tugu dan yang pasti musik keroncong tidak bisa dipisahkan dari kampung tugu.

Krontjong Toegoe adalah salah satu grup musik keroncong yang ada di Kampung Tugu, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kelompok yang terbentuk 12 Juli 1988 ini dibidani oleh seorang Tugu, Arend J Michiels. Tugu adalah sebutan bagi keturunan Portugis di Jakarta. Tugu diambil dari kata Portuguese.

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana.

Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki “Buaya Keroncong” oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong.