Menengok Kejayaan 67 Tahun TNI

Museum Satria Mandala

Sabtu, 13/10/2012

Indonesia adalah negara yang memiliki setumpuk warisan sejarah. Indonesia memang menyimpan banyak historis dari masa lampau Indonesia, dari zaman kerajaan, penjajahan bahkan hingga saat ini.

NERACA

Sejarah memang menjadi harta yang bernilai sangat mahal dan perlu diketahui semua orang, bukan hanya untuk menimbulkan rasa nasionalisme didalam diri kita, dengan mengetahui sejarah, kita dapat membandingkan kehidupan zaman sekarang dengan masa lampau. Sudah 67 tahun TNI menjaga Indonesia, dengan begitu tak sedikit pula sejarah yang ditorehkan TNI.

Museum Satria Mandalaadalah museum sejarah perjuanganTentara Nasional Indonesiayang terletak di Jalan Gatot Subroto,Jakarta. Museum TNI Satria Mandala diresmikan pada 5 Oktober 1972 oleh Presiden Soeharto.

Gedung museum ini sebelumnya dikenal sebagai Wisma Yaso, tempat kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno dan tempat Bung Karno disemayamkan sebelum dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Dalammuseumini dapat ditemukan berbagaikoleksiperalatan perangdiIndonesia dari masa lampau sampai modern seperti koleksiranjau, rudal, torpedo,tank,meriambahkanhelikopterdanpesawat terbang satu di antaranya adalah pesawatCureng, yang pernah diterbangkan oleh Marsekal UdaraAgustinus Adi Sucipto.

Museum TNI Satria Mandala merupakan salah satu sarana dalam pembinaan dan pelestarian jiwa serta semangat kejuangan di lingkungan TNI bersama rakyat. Selain itu merupakan sarana yang efektif untuk mewariskan nilai-nilai juang 45 dan nilai-nilai luhur TNI 45 secara utuh dan berlanjut.

Kepribadian dan jatidiri TNI sebagai pejuang prajurit maupun prajurit pejuang dapat dicermati melalui benda sejarah yang terdapat di Ruang Panji-panji, Ruang Jenderal Sudirman, Ruang Jenderal Oerip Sumohardjo, Ruang Tanda Jasa, Ruang Potret TNI, Ruang Senjata, Balairung Pahlawan, dan Ruang Pakaian Seragam.

Selain itu museum ini juga menyimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti anekasenjataberat maupun ringan,atributketentaraan,panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Selain itu di museum ini dipamerkan jugatanduyang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirmansaat beliau bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belandapada era 1940-an.

Rangkaian cerita yang menggambarkan sejarah perjuangan TNI disajikan dalam bentuk diorama. Di halaman luar museum terdapat berbagai peralatan yang pernah dipergunakan oleh TNI, dalam menghadapi lawan yang merongrong kedaulatan negara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain pesawat terbang, peluru kendali, kendaraan tempur, dan meriam. Dengan mencermati benda-benda sejarah yang ada di museum ini, kita memperoleh inspirasi, pelajaran dari pengalaman masa lalu.

Di museum terbuka ini dipamerkan Replika Mobil Ambulans yang diberi nama Si Gajah yang dirakit di Indonesia, dulunya mobil ambulans ini adalah milik Rumah sakit Umum Majalaya dan dipergunakan sepanjang tahun 1957-1962 yang pernah dipergunakan untuk mengangkut korban akibat keganasan DI/TII.

Dan yang tak kalah historisnya adalah mobil bermerek Dodge Dart keluaran tahun 1962 pernah dipergunakan oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddinkol M. Yusuf ketika berunding mengenai pemulihan keamanan di Sulawesi Selatan dengan Andi Selle Mattola di Pinrang. Setelah perundingan dalam perjalanan pulang, mobil ini ditembaki oleh para penghianat, bekas tembakan terlihat di pintu kanan dan kiri.

Masih dalam kompleks Museum TNI Satriamandala ini terdapat juga Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkandiorama ketika TNI bersama-sama dengan rakyat menumpas gerombolan separatisDI/TIIdiJawa Barat,Jawa Tengah,Aceh,Kalimantan SelatandanSulawesi Selatanpada tahun 1960-an. Fasilitas lainnya yang ada di Museum TNI Satria Mandala ini antara lain adalah Taman Bacaan Anak, Kios Cenderamata, Kantin serta Gedung Serbaguna.