Wahana Planetarium

Dorong Anak Mengeksplor Pengetahuan Sains

Sabtu, 13/10/2012

NERACA

Wahana planetarium bisa memberikan informasi dan pembelajaran tentang pengetahuan umum kepada masyarakat, khususnya anak - anak dalam mengeksplor pengetahuan sains.

Bagi sebagian anak, sains menjadi momok yang menakutkan. Mata pelajaran yang dianggap sulit karena dipenuhi dengan teori serta rumus-rumus rumit yang membingungkan ini, acap kali membuat anak menjadi bosan dengan mata pelajaran tersebut.

Pendidikan yang juga menghibur merupakan dua aktifitas yang harus dimaknai sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah. Salah satu metode agar minat belajar sains dapat ditingkatkan adalah dengan menciptakan suasana menyenangkan yang dikemas dengan tampilan visualisasi dan audio yang menarik. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan planetarium sebagai sarana pembelajaran sekaligus wisata sains.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengungkapkan, keberadaan planetarium merupakan bagian dari pendidikan yang bisa merangsang rasa penasaran intelektual siswa. Selain itu, keberadaannya bisa menumbuhkan kecerdasan anak.

”Dari sini, anak bisa cerdas, yaitu memiliki intelektual untuk menyelesaikan persoalan,” katanya saat memberikan kata sambutan peresmian Rumah Pintar di Yogyakarta, Rabu 3 Oktober 2012

Seperti yang diketahui, planetarium adalah gedung teater untuk memperagakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Dengan atap gedung berbentuk kubah setengah lingkaran ini, anak bisa belajar mengenai pergerakan benda-benda langit di malam hari dari berbagai tempat di bumi dan sejarah alam semesta.

Fenomena luar angkasa yang dapat disaksikan dengan narasi yang diiringi musik, serta kursi sandaran yang bisa direbahkan agar bisa melihat ke layar di bagian dalam langit-langit kubah ini, dapat menyedot perhatian besar anak - anak untuk mengeksplor pengetahuan sains mereka.

Layar berbentuk setengah bola, dan biasanya disusun dari panel aluminum. Di dalam ruang pertunjukan terdapat sumber gambar berupa proyektor planetarium yang umumnya diletakkan di tengah ruangan. Proyektor dapat memperagakan pergerakan benda-benda langit sesuai dengan waktu dan lokasi. Selain menjelaskan satu persatu fenomena atau kejadian di luar angkasa, alat peraga itu mampu merangsang anak - anak untuk selalu penasaran dan kemudian berani bertanya.

Nuh berharap, media pembelajaran yang mengusung konsep edutainment ini semakin berkembang dengan baik Indonesia dan mendapat sambutan yang baik dari audiencenya.

Ia berpesan kepada pemkot untuk terus merawat dan mengembangkan wahana di Taman Pintar. Bahkan, bisa diperluas lagi guna mendukung kurikulum pendidikan di Indonesia. ”Sangat penting, karena menjadi bagian penting membangun karakter kecerdasan,” tambah dia.

Selain planetarium, Taman Pintar Yogyakarta juga memiliki lima zonasi wisata sains yaitu playground, gedung PAUD, gedung oval, gedung kotak, dan gedung memorabilia. Melalui zonasi wisata sains ini para siswa diajak lebih mencintai dan menyenangi pelajaran sains.