Festival Perbatasan Timoresia 2012

Sabtu, 13/10/2012

NERACA

Setelah sukses dengan event Timoresia sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan kembali menggelar festival Timoresia 2012. Timoresia memang menjadi salah satu wisata perbatasan yang sangat ditunggu-tunggu.

Di festival Timoresia yang diadakan di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur ini, benyak mempertemukan orang-orang yang terpisah saat terjadi konflik dulu, dan di moment ini banyak keluarga yang menangis sedih karena bertemu setelah terpisah.

Festival ini sendiri direncanakan akan digelar pada 26-27 Oktober tahun ini. Dengan event ini pemerintah berupaya untuk meningkatkan dan menumbuh kembangkan tali persaudaraan antar pemerintah dan masyarakat dua negara yang bertetangga.

Selain itu bisa meningkatakan hubungan kerjasama dalam segala aspeknya termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, sosial dan budaya kedua negara memiliki. Festival kali ini tetap melibatkan warga Timor Leste dengan delapan agenda yakni konser musik, pergelaran seni dan budaya, pasar malam, pameran, kuliner, pacuan kuda, musik suling bambu, dandoorprize.

Selain itu, diharapkan alat musik tradisional, sasando, berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, diusulkan mendapat penghargaan konservasi budaya dari badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (UNESCO).

Festival ini juga untuk memperkuat zona damai sebagai salah satu rekomendasi Komite Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste. Sejak 2011 Indonesia dan Timor Leste melakukan kerjasamacross borderdan zona damai dalamjoint collaborative cultural event, dan hal ini sangat bermanfaat bagi kedua pihak.

Festival ini memang memiliki banyak manfaat, hal tersebut juga terkait pengelolaan potensi di daerah perbatasan untuk pengembangan dan percepatan pembangunan dan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja baru bagi warga perbatasan, sehingga target percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia bisa tercapai.

Selain pengembangan pariwisata di perbatasan, pemerintah Timor Leste menawarkan kerja sama pengembangan kawasan perbatasan untuk pembangunan infrastruktur, energi, minyak dan gas, transportasi laut dan darat, pertanian dan perikanan.

Keinginan kuat dari pemerintah adalah untuk terus meningkatkan tali persaudaraan antarpemerintah dan masyarakat kedua negera agar bisa meningkatkan hubungan kerja sama dalam segala aspek termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan begitu Indonesia dan Timor Leste bisa menjadi salah satu sasaran bidik sebagai kawasan wisata budaya dan seni oleh sejumlah penikmatnya seperti dari Australia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.