Rencana Standar And Poor Akuisisi Pefindo Disambut Positif

Selasa, 09/10/2012

NERACA

Jakarta – Keputusan lembaga pemeringkat rating global Standar & Poor's (S&P) mengakuisisi dan menjadi pemegang saham PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), direspon positif oleh jajaran direksi Pefindo.

Direktur Utama Pefindo, Ronald T Andi Kasim mengatakan, beralihya pemegang saham lama ke yang baru S&P akan berdampak positif. Pasalnya, perseroan lebih dikenal di dunia internasional. "Secara teknis, pelaksanaan akuisisi kedua lembaga pemeringkat juga bisa membantu efisiensi perusahaan yang akan menerbitkan obligasi di luar negeri. Misalnya mau terbitkan obligasi di luar negeri, cukup apply ke Pefindo," katanya di Jakarta, Senin (8/10).

Menurutnya, melalui jaringan S&P, hasil riset Pefindo dapat dipublikasikan ke seluruh dunia. Pada bagian lain, S&P juga dapat berkontribusi pada proses pemeringkatan perusahaan dalam negeri. Manfaat lain, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan rating Pefindo bisa dipasarkan lebih luas.

Bahkan untuk memuluskan rencana pembelian saham Pefindo oleh S&P, perusahaan pemeringkat lokal ini akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di akhir Oktober ini."Ada skema yang akan dilakukan S&P diantaranya membeli saham dari pemegang saham keicl-kecil. Atau mungkin Pefindo melakukan rights issue," jelasnya.

S&P sejatinya telah lama berminat memiliki saham Pefindo, tepatnya sejak 1996. Namun rencana ini diurungkan dengan alasan yang tidak diketahui. Tidak berapa lama, Pefindo dan S&P melakukan kerja sama untuk meningkatkan kualitas pemeringkatan yang dilakukan Pefindo.

Hingga kini Pefindo dimiliki 92 pemegang saham yang banyak diantaranya adalah institusi. Dua pemegang saham terbesar adalah Dana Pensiun Bank Indonesia 25,5%, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) 20%.Otoritas Bursa bahkan telah merestui langkah akusisi tersebut. "Bursa menyetujui rencana tersebut. Tapi, bursa tidak akan melepas atau mengurangi kepemilikan saham di Pefindo," tutur Direktur Utama BEI Ito Warsito. (bani)