Osteoporosis Dapat Dicegah

NERACA

Konsumsi susu yang diperkaya kalsium dan vitamin D selama 2 minggu dipercaya dapat menurunkan kadar plasma C-telepeptide of type 1 collagen (CTX) yang merupakan penanda pelepasan mineral (kalsium) tulang sehingga menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Dari Departemen Gizi, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, Msc. MS. Sp. GK mengatakan, tulang merupakan jaringan aktif yang mengalami proses pembentukan dan perombakan secara terus menerus.

Sejak masa kanak-kanak hingga remaja, proses pembentukan tulang oleh osteoblas lebih banyak terjadi dibandingkan dengan proses pelepasan kalsium tulang oleh osteoklas. Jika proses pelepasan kalsium tulang lebih banyak dibandingkan dengan proses pembentukannya, maka akan terjadi osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang, dimana tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang, yang merupakan penyebab fatal kelumpuhan dan kematian.

Patah tulang pada osteoporosis dapat dicegah, salah satunya melaui pemenuhan asupan kalsium. Salah satu sumber asupan kalsium adalah susu.

“Angka kejadian osteoporosis di Indonesia cukup tinggi yaitu dua dari lima orang Indonesia berisiko tinggi terkena osteoporosis. Melihat prevalensi tersebut dan mengacu pada hasil dua riset. Penting untuk mulai dilakukan pencegahan osteoporosis melalui pola makan sehat dengan memperhatikan komposisi protein, kalsium dan vitamin D, melakukan aktivitas sehat dan terkena paparan sinar matahari,” tuturnya.

Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 100 mg untuk usia 19-50 tahun, dan 1.200 mg untuk usia di atas 50 tahun. Konsumsi susu kalsium tinggi dapat membantu mengurangi proses pelepasan kalsium tulang oleh osteoklas yang menyebabkan osteoporosis.

Saat ini, Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Fontera Brands Indonesia sedang mengadakan riset untuk mengetahui manfaat susu kalsium tinggi pada pria dan wanita kelompok usia 35-45 tahun dan kelompok usia 46-55 tahun.

Medical Marketing Manager PT. Fonterra Brands Indonesia, dr. Muliaman Mansyur mengatakan, kedua penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu tinggi kalsium dan vitamin D selama dua minggu, secara signifikan dapat mengurangi kerusakan tulang.

Riset tersebut memberikan dukungan ilmiah kepada Anlene, sebagai susu tinggi kalsium pertama di Asia dan satu-satunya susu tinggi kalsium yang terbukti dapat mengurangi kerusakan tulang. Anlene mengandung 2x kalsium lebih tinggi dibandingkan dengan susu biasa. Selain itu, Anlene juga memiliki nano-kalsium yang 100x lebih kecil dibandingkan dengan kalsium biasa sehingga dapat membantu memperkuat tulang dari dalam.

BERITA TERKAIT

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3 NERACA Jakarta - Amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima…

Bank Mantap Dapat Kucuran Modal Rp200 miliar

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) mendapatkan kucuran modal sebesar Rp200 miliar dari pemegang…

Andalan Finance Dapat Fasilitas Kredit Rp500 miliar dari BRI

      NERACA   Jakarta - PT. Andalan Finance Indonesia (AFI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding)…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Ingatkan Apotek dan Apoteker Hanya Jual Obat dengan Resep Dokter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan apoteker hanya menjual obat dengan resep dokter guna mencegah penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat.…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

Kemenkes Jadikan Kulon Progo Lokasi Demonstrasi Vaksinasi HPV

Kementerian Kesehatan menjadikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan program demonstrasi vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pemicu kanker…