Jumlah Petani Indonesia Terus Turun

NERACA

Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mencatat, jumlah petani Indonesia dari waktu ke waktu terus menurun. Pada 2011, jumlah petani turun 2,16 juta orang atau 5,2% menjadi 39,33 juta orang dibanding dengan tahun sebelumnya 41,49 juta.

“Di sisi lain, jumlah petani gurem justru meningkat. Dalam 10 tahun terakhir, misalnya, jumlah petani gurem, yang hanya mengolah tanah garapan di bawah 0,5 hektare, meningkat dari 10,8 juta menjadi 13,7 juta orang," kata pengurus DPP HKTI Pusat Fary Dj Francis di Kupang, Minggu (7/10) seperti dilansir Antara.

Sementara itu, kata Fary, berdasar hasil proyeksi Serikat Petani Indonesia (SPI) 2008, petani gurem mencapai 15,6 juta jiwa. Selain itu, menurut anggota DPR RI asal Fraksi Gerindra itu, jumlah ladang pertanian justru semakin menurun.

Salah satu sebab turunnya jumlah petani Indonesia termasuk di NTT adalah meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan perumahan rata-rata 30-50 ribu hektare per tahun. "Padahal saat ini jumlah lahan pertanian di Indonesia hanya mencapai 7,7 juta hektar, di mana kebutuhan kemandirian pangan mencapai 15 juta hektar," katanya.

Gejala penurunan jumlah petani dari waktu ke waktu ini diduga karena rendahnya minat masyarakat untuk menjadi petani. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara agraris.

Karena komitmen sebagai negara agraris itulah, maka setiap tahun DPR bersama pemerintah selalu mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pertanian sebagai lahan bagi petani untuk berkarya dan mengembangkan profesi tersebut.

Pada 2013 misalnya pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,3 triliun untuk Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Suswono bahkan mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan untuk menjalankan 12 program pembangunan pertanian demi mencapai target utama pada 2013.

Target utama produksi pertanian pada 2013 adalah padi sebesar 72,06 juta ton atau naik 6,25 persen, jagung 26,0 juta ton, kedelai 2,25 ton, gula 2,81 ton dan daging sapi/kerbau sebesar 0,52 juta ton. Pada 2013, Indonesia masih dihadapkan pada target strategi nasional, antara lain peningkatan produksi pangan, terutama mencapai surplus beras 10 juta ton pada 2014.

Target lainnya adalah pencapaian swasembada jagung, kedelai, gula dan daging pada 2014, percepatan diversifikasi konsumsi pangan, stabilisasi harga pangan domestik serta peningkatan kesejahteraan petani.

Fary berharap, seluruh anggota dan aktivis HKTI terus aktif dalam memperjuangkan nasib petani. Bahkan, HKTI harus menjadi tempat yang menghasilkan ide-ide dan solusi bagi petani.

"Di sinilah tempat berkumpul semua kelompok, semua aliran dan partai politik untuk menyatukan ide memajukan pertanian di negara kita," tandasnya.

Bertepatan dengan HUT ke-39 pada April lalu, HKTI mengadakan pelatihan "System of Rice Intensification" (SRI) selama satu pekan yang diikuti oleh seluruh DPD HKTI. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keahlian petani sekaligus menyosialisasikan teknologi pertanian khusus bagi daerah-daerah yang kekurangan air untuk dapat menghasilkan padi yang berkualitas.

Selain itu, dilakukan "Round Table Discussion" tentang RUU Pangan, sehingga dihasilkan RUU Pangan yang pro petani.

BERITA TERKAIT

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan WALHI beserta seluruh elemen rakyat deklarasikan Platform Politik Lingkungan Hidup Indonesia NERACA Jakarta…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…

Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

  Oleh: Agung Widjayanto, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Konflik Israel – Palestina atau bagian dari konflik Arab -…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…