Modal Besar Untuk Agresifitas Mendulang Emas - PT J Resources Asia Pasifik Tbk

NERACA

Jakarta – Rencana PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) membangun produksi emas melalui anak usahanya PT J Resources Nusantara (JRN) akan memberikan imbas pada tingginya biaya modal terhadap induk usahanya.

Berdasarkan kajian analisis Etrading Securities, keagresifan perseroan dalam meningkatkan produksi emas akan berdampak pada tingginya biaya modal yang harus dikeluarkan induk usaha, yang bahkan tercatat hingga 4,5 kali lebih besar dari pemasukan kas operasional.

Meksipun demikian, langkah tersebut dinilai wajar karena bisnis ini masih dalam fase pengembangan. Seperti diketahui, PT J Resources Nusantara (JRN) mengantongi fasilitas kredit senilai US$ 135 juta dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Indonesia Eximbank.

Direktur J Resources Asia Pasifik William Surnata pernah bilang, pinjaman tersebut diraih perseroan pada 2 Oktober 2012. Rencananya, dananya akan digunakan untuk pelunasan utang dan sisa fasilitas kredit yang lama.

Selain itu pinjaman ini juga untuk pembangunan fasilitas produksi emas di Indonesia dan peningkatan fasilitas produksi emas di Malaysia serta penguatan modal kerja. Terlebih saat ini harga emas dunia tenga mengalami peningkatan seiring dengan belum adanya penyelesaian krisis ekonomi global.

Hal yang sama juga terjadi pada harga emas dalam negeri, dimana dalam sepekan harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk terus meningkat menjadi Rp594.200 atau telah meningkat 1,54% dibanding posisi pada awal pekan ini (1/10) kemarin sebesar Rp585.200 ribu per gram.

Terpantau, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,821 juta dan Rp5,602 juta. Sementara harga "buyback" atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp525 ribu per gram. Sementara, harga emas global akhir pekan kemarin berada di posisi US$ 1.780 per ons atau menurun 15,70 poin (0,87%) dibanding hari sebelumnya.

Sebagai informasi, pada akhir Juni 2012, PT J Resources Asia Pasifik Tbk yang dulu bernama PT Pelita Sejahtera itu membukukan laba bersih sebesar Rp899,55 miliar atau Rp1370,69 per saham pada semester I-2012.

Laba bersih semester I-2012 menunjukkan penguatan kinerja perseroan bila dibandingkan dengan rugi bersih pada semester I tahun lalu sebesar Rp184,26 juta atau rugi per saham Rp6,14. Hal ini disebabkan oleh pendapatan pokok perseroan meningkat dari Rp8,33 miliar pada semester I tahun lalu menjadi Rp604,74 miliar pada semester I tahun ini. Perseroan juga mengalami keuntungan dari pembelian aset senilai Rp934,08 miliar. Beban pokok perseroan mengalami peningkatan dari Rp7,69 miliar menjadi Rp301,58 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…

Penuhi Modal, SNP Finance Rencanakan IPO

Perusahaan pembiayaan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui mekanisme Initial Public…

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…