Kejar Target 1.000 Unit, Sentul City Anggarkan Belanja Modal Rp500 Miliar

NERACA

Jakarta – Emite properti PT Sentul City Tbk. (BKSL) mengalokasikan anggaran belanja modal 2013 sebesar Rp500 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 66,66% jika dibandingkan belanja modal 2012 yang hanya sebesar Rp300 miliar.

Wakil Presiden Direktur Sentul City Adrian Budi Utama mengatakan, penambahan belanja modal tersebut guna mendukung target produksi pembangunan mencapai 1.000 unit per tahun, “Target 1.000 unit tersebut akan dilakukan secara bertahap,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengungkapkan, di tahun ini akan dibangun sebanyak 300 unit dan tahun depan diprediksikan bisa mencapai 400 unit, kemudian diproyeksikan bisa mencapai 1.000 unit pada tahun 2015.

Selain untuk mencapai target produksi, lanjut Budi, perseroan juga mengincar pendapatan dari sisi recurring income. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan pengembangan usaha untuk sejumlah proyek yang akan melengkapi kebutuhan penghuni kawasan Sentul City maupun kawasan regionalnya.

Beberapa proyek tersebut, menurut Budi yaitu Jungle Land Theme Park, Pasar Apung, Green Savanah Hotel dan Rumah Sakit Pertamina Sentul City, dan diproyeksikan bisa mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun ini dan kuartal pertama 2013.

Realisasi Belanja Modal

Sementara Direktur Corporate Secretary BKSL, Pesta Uli Sitanggang mengatakan, hingga September 2012, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp200 miliar atau sekitar 66,66% dari target Rp300 miliar tahun ini. “Dana capex tersebut lebih banyak dialokasikan pada fasilitas infrastruktur sebesar 30%, bangunan hunian dan komersial sekitar 70%.” jelasnya.

Menurut dia, besaran alokasi dana belanja modal tersebut hanya untuk pengembangan hunian dan fasilitas infrastruktur, dan tidak termasuk proyek investasi seperti Jungle Land dan Rumah Sakit.

Sebelumnya, Direktur Sales and Marketing BKSL, Syukurman Larosa mengatakan pihaknya optimistis akan mampu membukukan pendapatan hingga akhir tahun ini senilai Rp600 miliar. Pencapaian angka tersebut sejalan dengan adanya peningkatan permintaan hunian mewah di kawasan Sentul City.

Lebih lanjut Syukurman mengatakan, sebagian besar permintaan hunian tersebut didominasi oleh kelompok masyarakat menengah atas yang bermukim di Jakarta. “Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Jakarta memicu meningkatnya permintaan hunian kelas menengah atas yang mengincar kawasan Sentul City sebagai hunian dan investasi,” ujarnya.

Sepanjang Januari-Juni 2012, perseroan mencatat telah membukukan pendapatan bersih sebesar Rp422,15 miliar, atau naik sebesar 151,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp167,73 miliar. Meskipun demikian, beban perseroan tercatat mengalami peningkatan yang cukup tajam sebesar 259,72% menjadi Rp213,05 miliar dari Rp59,23 miliar. Selisih tersebut membuat laba kotor perseroan naik 92,71% menjadi Rp209,10 miliar dari Rp108,50 miliar.

Beban usaha, terdiri dari penjualan, umum, administrasi dan operasi lainnya tercatat naik 29,41% menjadi Rp53,46 miliar dari Rp41,31 miliar. Sementara, kontribusi terbesar beban pokok berasal dari biaya lahan siap bangun, rumah hunian dan ruko sebesar Rp198,48 miliar. Alhasil, perseroan berhasil meraup laba bersih Rp144,22 miliar, atau naik sekitar 135,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp61,14 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen NERACA Depok - PT Permata Sakti Mandiri (PSM) selaku pengembang apartemen Cimanggis City yang…

BTN Salurkan Dana CSR Rp 1,5 Miliar Selama Ramadan

Komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbagi di bulan Ramadan diwujudkan dengan menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…