Dinilai Moment Tidak Tepat, Aktifitas IPO Jadi Sepi - Dampak Krisis Global

NERACA

Jakarta – Menurunnya aktifitas penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dibandingkan tahun sebelumnya, disebabkan akibat perusahaan hati-hati melepaskan saham di tengah krisis ekonomi global.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, sepinya penawaran saham perdana di pasar modal karena sikap perseroan yang hati-hati lantaran dampak krisis ekonomi global, “Itu masalah utamanya bukan soal insentif, namun ekstra kehati-hatian dari calon emiten baru atau jual saham baru menyikapi kondisi global dan regional,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menilai, kondisi kehati-hatian tersebut sebenarnya dapat terpatahkan dengan melihat kondisi perekonomian Indonesia yang tetap terjaga. Pasalnya, di tengah fluktuasi itu tetap ada penambahan secara netto kapitalisasi pasar dan kepercayaan pasar Indonesia, “Mestinya di 2013 semakin banyak yang bisa melihat kondisi di 2012 sebagai pembelajaran bahwa kesempatan itu tidak hilang walau ada ketidakpastian di tingkat global,"ungkapnya.

Ramaikan IPO

Sebagai informasi, PT Citra Borneo Indah (CBI) akan menggelar IPO pada kuartal I-2013 atau mundur dari rencana semula tahun ini. Sementara itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya, PT Multi Agro Gemilang Plantation siap IPO pada kuartal IV-2012.

Disebutkan, alasan mundurnya IPO Citra Borneo karena melihat moment saat ini kurang menguntungkan untuk pricing saham pedana. Soal IPO, nantinya perseroan akan menggunakan laporan keuangan audit per Maret 2012 dan masa berlakunya sudah berakhir.

Saat ini, Citra Borneo sudah mengurus rencana IPO ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Namun, perseroan belum memperoleh pernyataan pra-efektif.

Berdasarkan peraturan Bapepam-LK, masa berlaku laporan keuangan audit dalam penyertaan dokumen IPO hanya enam bulan. Jika IPO tidak terlaksana dalam waktu enam bulan, calon emiten harus memperbarui penyertaan dokumen dengan audit laporan keuangan yang terbaru.

Sebelumnya, Citra Borneo dikabarkan siap menggelar global offering untuk menjaring investor asing. Sebab, perseroan membidik perolehan dana cukup besar dari hasil IPO sebesar US$200-300 juta. Rencananya, perusahaan bergerak di industri kelapa sawit ini akan melepas lebih dari 25% saham ke publik. Perseroan menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek (joint lead under writer) yaitu Mandiri Sekuritas, Citi- group, Morgan Stanley, dan BNP Paribas.

Disamping itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Multi Agro Gemilang Plantation siap masuk bursa pada kuartal empat tahun ini. Perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp500 miliar.

Multi Agro

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen pernah bilang, Multi Agro telah melaksanakan mini expose dan rencananya akan IPO dengan menggunakan laporan keuangan per Juni 2012, sehingga IPO dapat dilaksanakan paling lambat pada Desember 2012. “Multi Agro menunjuk PT Brent Securities sebagai lead underwriter,” kata Hoesen.

Multi Agro memiliki perkebunan sawit di Sumatera dan Kalimantan. Perseroan merupakan salah satu investor yang turut dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam proyek penggarapan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatera Utara.

Sementara itu, perusahaan sawit lainnya yaitu PT Provident Agro telah menggelar penawaran umum pada 1-2 Oktober 2012. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp450 per saham. Provident Agro melepas 659,15 juta (13,4 persen) saham kepada publik. Dengan demikian, perseroan bakal meraup dana sebesar Rp296,61 miliar. PT Indo Premier Securities dan PT DBS Vickers Securities Indonesia ber tindak sebagai lead under writer.

Selain Provident Agro, PT Pasifik Agro Sentosa juga bakal IPO pada kuartal IV tahun ini. Perusahaan yang memiliki lahan sawit di Pontianak, Kalimantan Barat itu menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1 triliun dari hasil IPO. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…

Topang Pendapatan Taksi - Blue Bird Tancap Gas Bisnis Armada Rental

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus ekspansi dengan menambah armada baru. Dimana tahun ini,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…