Berlian Laju Tanker Ulur Bayar Utang Hingga 2 Bulan

Perusahaan perkapalan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) mendapatkan perpanjangan waktu dua bulan dari Pengadilan Negeri Singapura untuk membayar semua utang-utangnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin.

Disebutkan, alasan perseroan mendapatkan perpanjangan waktu utang perseroan karena kreditur BLTA memiliki beberapa alasan baik yang mendukung rencana restrukturisasi termasuk prediksi adanya pemulihan kondisi yang kuat.

Alasan lain, disebutkan juga kecilnya risiko likuidasi perseroan. Asal tahu saja, Bank Mandiri menilai BLTA melanggar perjanjian kredit yang telah disepakati kedua belah pihak. BLTA kemudian diberikan waktu 45 hari untuk menyerahkan proposal restrukturisasi utang kepada debiturnya.

Nilai utang BLTA kepada Bank Mandiri sebesar Rp250 miliar. BLTA juga melakukan restrukturisasi utang kepada sejumlah kreditur di Singapura dalam tempo tiga bulan. Padahal sampai September 2011, perusahaan memiliki kas dan setara kas senilai US$ 195 juta.

Nilai tersebut tidak dapat menutupi utang jangka pendek perusahaan senilai US$ 421,3 juta termasuk obligasi dan sukuk jatuh tempo Mei dan Juli sebesar Rp1,09 triliun.

Kapal di Tahan

Selain itu, perseroan juga mengungkapkan salah satu kapalnya di tahan di Korea. Menurut juru bicara firma restrukturisasi Borrelli Walsh, Cosimo Borelli, penahanan ini merupakan tindakan yang tidak sah dan BLT (Berlian Laju Tanker) berkeberatan akan hal ini. Namun sayangnya, dia tidak mengatakan kapan waktu penahanan terjadi.

Dia menambahkan, penahanan tersebut melanggar ketentuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Perseroan berniat melakukan segala tindakan untuk dapat segera melepaskan kapal dan mendekati pihak kreditur yang melakukan penahanan. "BLT mendekati pihak kreditur yang melakukan penahanan, ASL Shipyard Pte. Ltd. dan anak perusahaannya, PT ASL Shipyard Indonesia, untuk masalah ganti rugi," tuturnya.

Perseroan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa efek Singapura dan Indonesia ini, tengah melakukan restrukrisasi utang senilai Rp22 triliun dari 162 kreditur. Sebelumnya kapal milik perseroan juga pernah mengalami penahanan, diantaranya Kapal MT Prita Dewi yang ditahan penyedia bahan bakar Monjasa di houston karena tagihan yang tertunggak selama 3 hari, pada 29 Januari 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Beban Utang Negara

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan masyarakat tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang. Alasannya, utang merupakan responsibility choice dan strategi…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…