Bike To Work Jadi Trend, Industri Sepeda Tumbuh Pesat

Senin, 08/10/2012

NERACA

Jakarta - Industri sepeda di Indonesia akan tumbuh pesat seiring dengan semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi maupun olahraga.

“Saya melihat kapasitas industri sepeda Indonesia mampu mencapai dua kalinya dibanding industri serupa di Taiwan dan Cina,” kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng usai membuka pameran dan kegiatan sepeda "CycleIndo 2012 di Balai Kartini, Sabtu (6/10).

Menurut Menpora, produk sepeda dari luar negeri akan sulit untuk bersaing di Indonesia karena industri di dalam negeri saat ini mampu menghasilkan produk dengan kualitas setara tetapi dengan harga jauh lebih murah.

“Kalau melihat sepeda buatan Denmark, harganya sangat mahal. Kalau Polygon, Wim Cycle atau produsen sepeda lain memasukan produksinya ke Denmark atau negara Eropa lain, sepeda asal Indonesia bisa menguasai pasar sepeda di negara itu,” jelas Andi.

Dia beralasan, peluang sepeda Indonesia menguasai pasar sepeda di negara-negara Eropa sangat besar karena kualitas dan desain sepeda buatan Indonesia sudah bagus. Bahkan, sepeda Indonesia sudah mampu bersaing dengan sepeda buatan negara lain.

Industri sepeda, imbuh Menpora, tidak hanya produk sepeda saja tetapi juga perlengkapan, suku cadang, dan asesoris yang seluruhnya sudah bisa dibikin di Indonesia dengan kualitas tidak kalah dengan bikinan luar.

Menpora menambahkan, Industri pariwisata juga ikut terdongkrak dengan semakin banyak kegiatan (event) yang melibatkan aktivitas bersepeda seperti Tour de Singkarak dan lain sebagainya.

Andi Mallarangeng menyebut, pemerintah bersama komunitas bersepeda B2W (Bike To Work) telah menyiapkan jalur bersepeda bagi masyarakat Jakarta diharapkan ini akan menjadi pendorong meningkatnya industri sepeda di Indonesia.

Terkait jalur bersepeda Ketua B2W Indonesia Toto Sugito mengungkapkan, berkerja sama dengan Dinas Dishub Provinsi DKI Jakarta kini telah tersedia jalur bersepeda menyusuri Banjir Kanal Timur, serta akan disiapkan jalur-jalur lain di Jakarta sehingga pengguna sepeda dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Menurut Toto, pihaknya akan terus mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi sebagai upaya menghemat penggunaan BBM, sekaligus menyehatkan masyarakat.

“Bersepeda itu bukan sekedar gaya hidup tetapi menjadi bagian dari hidup karena bersepeda akan membuat tubuh sehat, memiliki aspek sosial dan menjaga lingkungan,” ujar dia.

Sedangkan Steve Tamaela Direktur PT Internasional Event Asia selaku penyelenggara CycloIndo 2012 yang diselenggarakan di Balai Kartini tanggal 5 - 7 Oktober 2012 mengatakan, event ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia bersepeda yang sehat dan gemar bersepeda untuk mengurangi polusi, kepadatan lalulintas, dan penghematan BBM.

Berbagai produk sepeda dapat dijumpai dalam event ini berikut asesoris, perlengkapan, dan suku cadang juga ikut meramaikan kegiatan ini, kegiatan juga diikuti talk show, demo sepeda, klinik sepeda, BMX jumping contest.

Dengan penduduk 240 juta, Indonesia merupakan bisnis yang menguntungkan bagi industri sepeda dan industri ikutannya sehingga menjadi peluang bagi pengusaha yang berminat.

“Apalagi dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olah Raga membuat event ini menjadi peluang mempertemukan produsen dalam dan luar negeri dengan pengguna sepeda, apalagi di dalamnya juga ditampilkan produk dan teknologi sepeda terkini,” papar Steve.

Pameran sepeda ini, sambung Steve, juga mendapat dukungan dari perusahaan asuransi Smailing Tour yang menyelenggarakan paket wisata bersepeda dan BNI serta sejumlah perusahaan pembiayaan yang akan memfasilitasi pembeli sepeda dan perlengkapannya melalui angsuran.