CIMB Niaga Syariah Perluas Jaringan di Banjarmasin

Senin, 08/10/2012

NERACA

Banjarmasin - PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menjadikan Kalimantan sebagai pasar potensial dengan membuka kantor cabang syariah di Banjarmasin, setelah yang pertama di Samarinda, Kalimantan Timur, menyusul tren pertumbuhan bisnis perbankan yang positif di Kalimantan Selatan.

"Kami yakin ke depannya pertumbuhan bisnis perbankan syariah terus tumbuh di bumi Kalimantan Selatan ini," kata Direktur Commercial Banking & Syariah CMIB Niaga, Handoyo Soebali di Banjarmasin, Jumat (5/10). Dia mengatakan, pengoperasian kantor cabang syariah Banjarmasin merupakan strategi perusahaan untuk lebih mendekatkan lagi pelayanan kepada masyarakat akan layanan perbankan syariah.

Berdasarkan data kajian ekonomi regional provinsi Kalimantan Selatan triwulan II-2012 yang dikeluarkan Bank Indonesia pertumbuhan bisnis perbankan menunjukan kecenderungan positif. Aset dan penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi disbanding triwulan sebelumnya. Triwulan I tumbuh 33,01% dan trwiwulan II menjadi 37,82%.

Dana masyarakat yang dihimpun perbankan umum Kalimantan Selatan pada triwulan II tahun 2012 mencapai Rp31,29 triliun atau tumbuh 31,34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laju inflasi menunjukkan penurunan sebesar 5,51% dibanding kuartal sebelumnya 6,03%.

Sementara itu, kinerja CMIB Niaga Syariah pada 30 Juni 2012 mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp63 miliar atau meningkat 155% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp25 miliar. Penyaluran dana untuk pembiayaan tercatat sebesar Rp4,24 triliun hingga 30 Juni 2012, atau meningkat 80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp2,36 triliun.

Sedangkan dana nasabah yang terhimpun meningkat 61% dari Rp2,55 triliun per 30 Juni 2011 menjadi Rp4,10 triliun pada 30 Juni 2012. Adapun aset juga meningkat 61% dari Rp3,53 triliun per 30 Juni 2011 menjadi Rp5,69 triliun pada 30 Juni 2012.

Mengenai layanan syariah yang diandalkan antara lain tabungan iB X-Tra Syariah dengan prinsip titipan (wadiah), pembiayaan PKR (pembiayaan kepemilikan rumah) dengan akad murabahah (jual beli), serta kartu pembiayaan Syariah Gold Card dengan limit dari Rp3 juta hingga Rp100 juta. Hingga Juni 2012 tercatat sebanyak 48.279 pemegang kartu tersebut. [rin]