Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguat Meski Terbatas

Senin, 08/10/2012

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat 39,853 poin (0,93%) ke level 4.311,314. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,465 poin (1,15%) ke level 744,835. Penguatan indeks BEI ini mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.311 dan hal ini dipicu aksi borong saham dilakukan investor asing di saham-saham lapis dua.

Menurut analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI diakhir pekan kemarin didorong oleh data-data ekonomi AS yang lebih baik dari estimasi, “Sentimen lain terhadap indeks juga datang dari pernyataan bank sentral Eropa (ECB) yang siap membeli surat utang," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengemukakan, klaim tunjangan pengangguran AS tercatat sebesar 367.000, lebih baik dari perkiraan yang sebesar 370.000. "Factory orders" bulan Agustus mengalami penurunan 5,2%, walau menurun tetapi lebih baik dari perkiraan yang turun 5,9%. Data consumer confidence AS naik dalam enam pekan berturut-turut.

Berikutnya, Purwoko memproyeksikan indeks BEI Senin awal pekan masih berpeluang untuk menguat meski terbatas, upaya dari Uni Eropa, China dan AS dalam mendorong perekonomian menjadi pendorong naiknya indeks BEI pada pekan ini, “Di sisi lain pasar juga akan 'wait and see' atas laporan keuangan emiten untuk kuartal ke tiga 2012 di kisaran 4.285-4.320 poin,”ungkapnya.

Perdagangan diakhir pekan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 127.144 kali pada volume 4,088 miliar lembar saham senilai Rp 5,422 triliun. Sebanyak 147 saham naik, sisanya 90 saham turun dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan dengan kompak menguat di zona hijau. Sementara pasar saham China hari ini tidak berdagang karena menyambut hari libur nasional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.900 ke Rp 20.000, Mayora (MYOR) naik Rp 650 ke Rp 22.500, Nipress (NIPS) naik Rp 550 ke Rp 4.900, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 20.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fastfood (FAST) turun Rp 250 ke Rp 13.750, Holcim (SMCB) turun Rp 100 ke Rp 3.050, Jasa Prima (KARW) turun Rp 100 ke Rp 1.390, dan Fajar Surya Wisesa (FASW) turun Rp 100 ke Rp 2.400.

Sementara perdagangan sesi I, IHSG menanjak 34,303 poin (0,80%) ke level 4.305,764. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,223 poin (1,12%) ke level 744,593. Saham-saham unggulan dan lapis dua yang kemarin sudah terkoreksi tajam kini mulai diburu investor. Penguatan dipimpin oleh saham-saham berbasis aneka industri dan pertambangan.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 61.810 kali pada volume 1,384 miliar lembar saham senilai Rp 2,388 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 97 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 20.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 50.050, Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 4.800, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 8.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fastfood (FAST) turun Rp 250 ke Rp 13.750, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 52.250, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 125 ke Rp 4.550, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 7.100.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 12,62 poin atau 0,30% ke posisi 4.284,08. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,21 poin (0,30%) ke level 739,58. Kata analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, data pekerja dan "factory orders" AS yang lebih baik dari ekspektasi kalangan analis mendorong bursa global menguat termasuk IHSG BEI.

Dia menambahkan, sentimen positif juga datang dari ECB yang menyatakan siap untuk melakukan pembelian obligasi di pasar sekunder meski ada beberapa syarat yang ditetapkan, “Kabar dari eksternal cukup positif sehingga indeks BEI kembali melanjutkan penguatan. Saham unggulan yang kembali terangkat dan terus mencatatkan poin tertinggi sepanjang sejarah," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya sempat memproyeksikan indeks BEI akhir pekan masih mempunyai ruang penguatan pada perdagangan selanjutnya posisi 4.300 poin untuk level "resistance". Sementara, untuk level "suport" di posisi Rp4.220 poin.

Tercatat perdagangan bursa regional diawal pekan kemarin diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 87,49 poin (0,42%) ke level 20.995,44, indeks Nikkei-225 naik 36,62 poin (0,40%) ke level 8.860,21, dan Straits Times menguat 0,28 poin (0,01%) ke level 3.087,03. (bani)