Krisis Likuiditas, Bakrieland Turun Peringkat Jadi B

Jumat, 05/10/2012

Melorotnya kinerja keuangan PT Bakrieland Developmet (ELTY) menjadi pemicu PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi I-2008 yang dikeluarkan Bakrieland Development menjadi idB dari sebelumnya idBB.

Analis Pefindo Vonny Widjaja dan Anies Setyaningrum mengatakan, peringkat tersebut masih dalam status creditwacth dengan implikasi negatif. "Penurunan peringkat disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran Pefindo terhadap tekanan likuiditas yang dihadapi oleh perusahaan,”katanya ddalam keterangan persernya di Jakarta, Kamis (4/10).

Walaupun proses reprofiling utang bank sindikasi sehubungan dengan proyek jalan tol telah diselesaikan pada pertengahan Agustus 2012, namun perusahaan masih mengalami tekanan likuditas karena memiliki utang senilai US$ 68,5 juta ke Beleggingsmaatschappij Broem BV yang akan jatuh tempo pada 31 Oktober 2012.

Selain itu, obligasi I-2008 seri B senilai Rp280 miliar akan jatuh tempo pada 11 Maret 2013. Padahal posisi kas perseroan hanya sekitar Rp200 miliar pada akhir Juli 2012. Hingga saat ini, proses restrukturisasi utang masih belum dapat difinalisasi.

Oleh karena itu, Pefindo pun akan memantau perkembangan proses restrukturisasi utang tersebut. "Peringkat perusahaan akan diturunkan lebih lanjut apabila tekanan likuditas tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat," jelas dia.

ELTY adalah perusahaan properti dari Grup Bakrie. Pemegang saham ELTY adalah CGMI 1 Client Safekeeping Account sebesar 11,2% dan publik sebanyak 88,8%. Grup Bakrie sendiri memiliki sekira 30% saham ELTY melalui beberapa nama. (bani)