BUMI Telan Ludahnya Sendiri, Bantah Rencana Rights Issue

Jumat, 05/10/2012

Kabar rencana PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) dibantah langsung pihak menajemen perseroan. Bahkan Direktur BUMI Dileep Srivastara angkat suara dan mengatakan, pihaknya tidak pernah berencana menerbitkan saham baru.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/10). Kata Dileep Srivastara, saat ini BUMI tetap konsisten untuk membayar utang-utangnya kepada semua pihak, dan manajemen BUMI terbuka untuk berbagai pilihan mengurangi utang. "Kenyataannya, saat ini perseroan sedang mencoba berbagai cara untuk membayar utang-utangnya dengan meningkatkan nilai kepada shareholders,"katanya.

Namun, Dileep tidak menampik bahwa pihaknya akan menerbitkan saham baru non preemptive rights. "Kita saat ini masih mengkaji kebijakan itu, sampai menemukan mitra strategis," ujarnya. Padahal sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk menyampaikan rencana penerbitan saham baru (rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ataupun non-HMETD (preemptive rights). Nantinya, dana hasil rights issue ini akan digunakan perusahaan untuk bayar utang yang jatuh tempo pada 2012-2013 sebesar US$ 474,57 juta.

Direktur Utama BUMI Ari Hudaya pernah bilang, pihaknya memang tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan saham baru. Tidak tertutup kemungkinan penerbitan saham baru akan dilakukan dengan cara biasa (dengan HMETD) ataupun tanpa HMETD. (bani)