BUMI Telan Ludahnya Sendiri, Bantah Rencana Rights Issue

Kabar rencana PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) dibantah langsung pihak menajemen perseroan. Bahkan Direktur BUMI Dileep Srivastara angkat suara dan mengatakan, pihaknya tidak pernah berencana menerbitkan saham baru.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/10). Kata Dileep Srivastara, saat ini BUMI tetap konsisten untuk membayar utang-utangnya kepada semua pihak, dan manajemen BUMI terbuka untuk berbagai pilihan mengurangi utang. "Kenyataannya, saat ini perseroan sedang mencoba berbagai cara untuk membayar utang-utangnya dengan meningkatkan nilai kepada shareholders,"katanya.

Namun, Dileep tidak menampik bahwa pihaknya akan menerbitkan saham baru non preemptive rights. "Kita saat ini masih mengkaji kebijakan itu, sampai menemukan mitra strategis," ujarnya. Padahal sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk menyampaikan rencana penerbitan saham baru (rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ataupun non-HMETD (preemptive rights). Nantinya, dana hasil rights issue ini akan digunakan perusahaan untuk bayar utang yang jatuh tempo pada 2012-2013 sebesar US$ 474,57 juta.

Direktur Utama BUMI Ari Hudaya pernah bilang, pihaknya memang tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan saham baru. Tidak tertutup kemungkinan penerbitan saham baru akan dilakukan dengan cara biasa (dengan HMETD) ataupun tanpa HMETD. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

Mahasiswa Kritisi Rencana Kenaikan Tarif Listrik

    NERACA   Jakarta - Listrik salah satu energi yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh wilayah…

Rencana Kenaikan Tarif Listrik, Ibu-Ibu Menjerit

  NERACA   Jakarta - Pemerintah berencana untuk menambahkan satu komponen lagi dalam acuan tarif dasar listrik. Selain harga minyak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…