BEI Dorong Akses Luas Jangkauan Sekuritas

Bidik Investor Asal Aceh

Jumat, 05/10/2012

NERACA

Bandah Aceh - Guna meningkatkan investor pasar modal di Serambi Mekah, Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Aceh Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong para pengusaha di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, agar mampu mengambil peluang investasi melalui pasar modal.

Kepala Kantor PIPM Aceh-BEI Thasril Muhardi mengatakan, selama ini masyarakat dan pengusaha di Aceh Barat berinvestasi dalam bentuk harta benda seperti emas dan tanah, “Masyarakat lebih memilih investasi emas dibandingkan saham karena belum adanya perusahaan sekuritas,”katanya di Aceh, Kamis (4/10).

Dia menjelaskan, dengan menjadi nasabah perbankan ini barulah masyarakat ataupun pengusaha dapat berinvestasi di pasar modal. Saat ini di Aceh baru memiliki tiga perusahaan sekuritas yakni BNI Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan RDK Sekuritas dan penempatannya di kota Banda Aceh.

Thasril menjelaskan, secara umum di Indonesia baru memiliki sebanyak 119 perusahaan sekuritas, sehingga peluang nasabah bergabung dan berinvestasi di pasar modal untuk pemerataan masih membutuhkan jangka panjang. "Investasi di pasar modal lebih memberikan peluang besar dari pada dalam bentuk harta benda, karena itu masyarakat Aceh Barat kita harapkan menjadi nasabah perusahaan sekuritas," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mendekatkan peluang bisnis tersebut dalam waktu dekat akan terbentuk satu unit perusahaan sekuritas yakni BNI sekuritas, sebab kawasan Meulaboh dinilai cukup prospek dalam pengembangan investasi pasar modal.

Alasan tersebut didorong oleh semakin meningkatnya indek harga saham gabungan (IHSG) Indonesia yang semakin menjanjikan terhadap nilai jual, dari tahun 2005 hanya Rp1.000/lembar dan saat ini sudah mencapai Rp4.000/lembar.

Berbicara saham, kata Thasrif, sulit diprediksikan sebab sangat fluktuatif disebabkan oleh dominannya dipengaruhi pasar Eropa dan sejumlah pengaruh lainnya, sehingga membuat sulit diprediksi secara jual beli saham. "Perusahaan Unilever contohnya, pertama sekali mencatat dirinya di pasar modal Indonesia dan masuk di IHSG kemudian terjadi peningkatan hingga 5.000 persen," katanya.

Kata Thasrif, Indonesia dewasa ini merupakan negara yang aman untuk berinvestasi hal tersebut terlihat dari dampak harga saham yang semakin meningkat. Karenanya, tidak heran bila investor asing semakin gencarnya berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Menurutnya, kehadiran perusahaan sekuritas di Indonesia sudah mampu memberikan peluang bagi masyarakat secara nasional untuk berinvestasi di pasar modal, sehingga pasar modal ke depan ditargetkan tidak lagi dikuasai investor asing, “Semenjak hadirnya pusat informasi cabang Pasar Modal Bursa Efek Indoesia sudah tercatak 600 masyarakat Aceh sebagai nasabah yang masuk dalam perusahaan sekuritas, dan melihat di Meulaboh sendiri ternyata sangat besar minat masyarakat yang ingin bergabung menjadi nasabah perusahaan sekuritas,"ungkapnya. (ant/bani)