Catatkan Rekor Tertinggi, IHSG Akhir Pekan Masih Uforia

Jumat, 05/10/2012

NERACA

Jakarta – Ramainya aksi beli di saham-saham lapis dua menjadi pemicu utama menguatnya perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis yang ditutup menguat 19.950 poin (0,47%) ke level 4.271,461. Sementara Indeks LQ45 naik 5,727 poin (0,78%) ke level 736,370. Penguatan indeks kali ini menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.271.

Menurut analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin mengatakan, saham unggulan yang kembali meningkat mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI terangkat dan mencatatkan poin tertinggi sepanjang sejarah, “Meningkatnya saham unggulan itu didorong dari data AS yang positif sehingga dampaknya ke bursa Asia termasuk indeks BEI,”katanya di Jakarta, Kamis (4/10).

Dia mengemukakan, sentimen positif dari beberapa rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi diantaranya peningkatan jumlah pekerja sebanyak 162.000, melanjutkan kenaikan pada bulan Agustus sebelumnya sebesar 189.000. "Data ketenagakerjaan AS yang membaik itu membuat sentimen negatif China terkompensasi. Ekonomi China masih melemah terseret pelemahan ekonomi Uni Eropa sebagai mitra dagang utamanya," tuturnya.

Berikutnya, dia memperkirakan indeks BEI masih mempunyai ruang penguatan pada perdagangan Jum’at akhir pekan ke posisi 4.300 poin untuk level "resistance". Sementara, untuk level "suport" di posisi Rp4.220 poin.

Pada perdagangan kemarin, rekor tertinggi yang sempat diraih indeks sebelumnya berada di level 4.262,561 setelah ditutup menanjak 37,537 poin (0,89%) pada Jumat 28 September lalu. Sedangkan intraday tertingginya di level 4.272,83 pada 17 September.

Posisi intraday tertinggi indeks kali ini berada di level 4.275,752. Semua ini berkat aksi beli di saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri yang sudah melompat 4%. Saham-saham komoditas justru menjadi penghambat laju IHSG akibat tekanan jual. Harga komoditas dunia yang belum pulih menjadi pemicunya.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 135.113 kali pada volume 3,347 miliar lembar saham senilai Rp 4,132 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Kamis, hanya bursa Korea Selatan yang masih melemah. Sedangkan pasar saham China masih libur dalam rangka menyambut hari libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya J Resources (PSAB) naik Rp 350 ke Rp 5.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 7.750, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.850, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 250 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 2.800 ek Rp 17.100, Multi Prima (LPIN) turun Rp 500 ke Rp 9.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 20.100, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 250 ke Rp 2.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 12,357 poin (0,29%) ke level 4263,868. Sementara Indeks LQ45 naik 3,438 poin (0,47%) ke level 734,081. Investor masih belum bersemangat karena menanti keputusan dana talangan Spanyol oleh Uni Eropa. Kepastian dari waktu pemberian bailout ini akan menentukan arah krisis utang Uni Eropa.

Enam sektor industri di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri. Sedangkan empat sektor sisanya melemah, paling dalam adalah sektor perdagangan. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 69.770 kali pada volume 1,918 miliar lembar saham senilai Rp 2,015 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya J Resources (PSAB) naik Rp 600 ke Rp 5.250, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 450 ke Rp 6.050, Soan Topas (SONA) naik Rp 250 ke Rp 2.250, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 250 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 400 ke Rp 6.850, Lippo General Insurance (LPGI) turun Rp 340 ke Rp 1.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 20.150, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 9.900.

Sementara diawal perdaganga, indeks BEI dibuka naik tipis 4,43 poin atau 0,10% ke posisi 4.255,94. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,13 poin (0,15%) ke level 713,77., “Mayoritas bursa Asia termasuk IHSG BEI dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi," kata analis Samuel Sekuritas Sally Agustina.

Sementara, Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG masih dibayangi sentimen negatif dari pengumuman data industri jasa China yang mencatat pertumbuhan terendah dalam setahun terakhir. "Pengumuman tersebut juga menambah katalis negatif setelah sebelumnya Bank Pembangunan Asia (ADB) menurunkan proyeksi inflasi dan pertumbuhan negara Asia seiring dengan krisis utang Eropa yang berlarut-larut," ujarnya

Diawal perdagangan Kamis, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 18,43 poin (0,09%) ke level 20.906,71, indeks Nikkei-225 naik 53,89 poin (0,62%) ke level 8.800,73, dan Straits Times melemah 1,86 poin (0,06%) ke level 3.075,28.(bani)