MBM Challenge Cetak 13 Wirausaha Sosial Terbaik

NERACA

Jakarta - Perhelatan Mandiri Bersama mandiri (MBM) Challenge 2012 memperkenalkan 13 tim wirausaha sosial terbaik yang siap untuk berkarya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ke-13 tim tersebut meraih penghargaan MBM Challenge Award setelah berhasil menyisihkan sekitar 601 tim dari 33 propinsi di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Zulkifli Zaini mengatakan, kewirausahaan sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, konsep ini memiliki tujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial menggunakan pendekatan kewirausahaan sehingga mampu menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat.

“Konsep kewirausahaan sosial perlu dikembangkan karena selaras dengan kultur masyarakat Indonesia yang guyub, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mampu mendorong kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Zulkifli di Jakarta, kemarin.

Penghargaan MBM Challenge Award 2012 untuk kelompok start up diberikan kepada tim Silandak Community dan tim Bio Pinagrhut untuk kategori pertanian, tim Bumr Bisa Karya dan tim FIKP Umrah untuk kategori kelautan, tim Nalacity untuk kategori industri kreatif serta tim Wayang Village dan tim Dewi Agro Wisata & Religi untuk kategori pariwisata.

Adapun pemenang pertama pada kelompok ini mendapatkan hadiah uang sebesar Rp20 juta dan project capital sebesar Rp150 juta. Sementara pemenang kedua memperoleh hadiah Rp10 juta dan project capital senilai Rp100 juta.

Sedangkan penghargaan MBM Challenge Award 2012 untuk kelompok semi-established diberikan kepada Handayani Cemerlang dan Pasar Sehat Genteng untuk kategori pertanian; Kraviti dan D'yours untuk kategori industri kreatif serta Sentra Pemuda Taruna Mandiri dan Ekowisata Mata Air Brantas untuk industri pariwisata sedangkan untuk kategori kelautan,.

Adapun pemenang pertama pada kelompok ini mendapatkan hadiah uang sebesar Rp30 juta dan project capital sebesar Rp300 juta. Sementara pemenang kedua memperoleh hadiah Rp20 juta dan project capital senilai Rp250 juta.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…