Bertahan Dari Tekanan, Emas Antam Naik 0,68%

NERACA

Jakarta – Meskipun harga komoditas dunia sedang mengalami penurnan, rupanya tidak mempengaruhi harga emas dalam negeri. Pasalnya, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik 0,68% mencapai nilai Rp589.200 per gram dibanding posisi pada awal pekan ini (1/10) sebesar Rp585.200 per gram.

Kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, emas mempertahankan 'gain' meski saat minyak mentah anjlok empat persen akibat data ekonomi yang mengecewakan dari China dan Eropa, “Masih diminatinya emas, menjadi pemicu bertahan dari sentimen negatif global,”katanya di Jakarta, Kamis (4/10).

Dia menambahkan, logam mulia itu diminati karena investor meninggalkan mata uang berisiko dan mencari aset "safe haven" untuk dijadikan lindung nilai (hedging). Sebagaimana diketahui, harga emas batangan di Antam Logam Mulia memang sangat tergantung pada pergerakan emas internasional dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sementara, perdagangan harga emas global Kamis (4/10) berada di posisi US$ 1.788 per ons atau meningkat 8,90 poin (0,50%) dibanding hari sebelumnya. Terpantau, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,796 juta dan Rp5,552 juta.

Sedangkan harga "buyback" atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp519 ribu per gram, “Logam mulia itu tetap berada di jalur penguatan seiring adanya stimulus moneter dan langkah-langkah pelonggaran oleh bank sentral di dunia untuk mendorong inflasi sehingga menimbulkan daya tarik kepada emas," kata Ariston.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Antam, Tedy Badrujaman mengatakan, emas merupakan alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya di dalam negeri.

Dia menambahkan, emas juga merupakan salah satu bentuk aset alternatif investasi bagi investor yang cukup diminati selain di properti dan saham, “Emas dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil. 'Gain' akan lebih optimal jika emas dijadikan investasi jangka panjang," ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor nonmigas Banten meningkat 2,20 persen pada April 2018…

Sejarah Perdamaian Dunia Dimulai dari Singapura

Oleh: Yunianti Jannatun Naim Konflik antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang terus memanas dalam sebulan terakhir akhirnya mereda setelah…

Penjualan Truk Fuso Naik 28,2 Persen di Kuartal I 2018

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan selama kuartal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…